Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ciptakan Kebahagiaan di Tengah Pandemi dengan Memanfaatkan Jasa Logistik

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan jarak bagi orang-orang tersayang. Namun, jarak tersebut bisa dilipat dengan saling berbagi dan mengirimkan kebutuhan dan hadiah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  23:31 WIB
Pekerja membungkus paket di Kantor Cabang Utama PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja membungkus paket di Kantor Cabang Utama PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Junifer, 59 tahun, rutin mengonsumsi obat selama dua tahun untuk mengobati tuberkulosis (TB) yang resisten.

Pasien TB-MDR (multi drug resistant) harus menjalani pengobatan hingga 24 bulan agar sembuh dari kuman tuberkulosis. Konsistensi untuk mengonsumsi obat tanpa putus menjadi penting baginya.

Tak bisa dipungkiri, efek samping yang dirasakannya, cepat lelah, lemas  hingga jantung berdebar kencang. Beruntung, Junifer terus didampingi oleh istri yang sabar dan seorang pengawas dari tenaga medis yang rutin mengontrol keadaan Junifer saat mengonsumsi obat.

Usai dua tahun menelan pil-pil pahit, Junifer mendapati pemulihan perlahan terjadi pada dirinya. Pada Desember 2019, paru-parunya dinyatakan oleh dokter bersih dari kuman TB. Dia sangat bahagia dan memberitahukan kabar baik tersebut kepada anak-anaknya yang berada di Medan dan juga  yang sedang merantau di Jakarta.

Usai dinyatakan bersih dari kuman TB, Junifer mulai memberanikan diri untuk keluar rumah pada awal tahun 2020. Rutinitasnya saat subuh yakni mengenakan sepatu lari untuk menghirup udara pagi, ditemani istrinya.

Sesekali, bintang dan bulan masih menghiasi langit subuh. Mereka menikmati dinginnya embun pagi, sambil bersenda gurau dan mensyukuri pemulihan dari TB-MDR.

Masih tiga bulan, Junifer menikmati pemulihan, kini dia kembali dilanda kekhawatiran dengan adanya virus asal Wuhan yang disebut virus corona saat Maret 2020, dan kini disebut menjadi Covid-19.

Pria yang memiliki empat orang anak ini menjadi orang dengan komorbid dan memiliki risiko lebih mudah terinfeksi Covid-19. Masker medis yang biasanya digunakan sebagai perlengkapan wajib untuk beraktivitas di luar rumah, tiba-tiba saja mendadak lenyap dari apotek dan mencapai harga yang tidak masuk akal.

Saat menonton televisi terkait temuan Covid-19 pada kasus 1 dan 2 berasal dari Depok. Junifer yang tinggal di Kota Medan, langsung memberikan kabar tersebut kepada putrinya yang bekerja di Jakarta agar tetap menjaga kesehatan.

Sejak adanya temuan pasien pertama Covid-19 di Indonesia. Masyarakat langsung panik dengan memborong antibiotik, obat-obatan, vitamin, dan masker.

Kesulitan mencari multivitamin dan masker langsung diceritakan Junifer kepada anak perempuannya, Putri, 27 tahun, saat bertukar kabar melalui seluler. Ternyata, Putri juga merasakan  hal yang sama. Harga multivitamin tiba-tiba melonjak di apotek dan masker langsung menghilang dari toko-toko.

Tanpa pikir panjang, Putri langsung berselancar mencari kebutuhan orang tuanya melalui beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan Lazada. Dia mencari harga yang lebih terjangkau.

Sebelum memutuskan untuk membeli vitamin dan masker, Putri mencari marketplace yang  menyediakan pengiriman gratis. Putri membeli masker medis, masker kain, vitamin C dan hand sanitizer untuk untuk tuanya dari beberapa toko. Tak hanya itu, dia juga membelikan sampo, sabun dan camilan sehat, agar orang tuanya tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah saat pandemi.

"Kak, jangan repot-repot. Kalau mahal enggak usah. Uangnya kamu simpan saja untuk kebutuhanmu," ungkap Junifer kepada anak perempuannya.

Di tengah, kondisi sulit dan khawatir, Putri terharu bahwa ayahnya masih memikirkan kondisinya yang merantau. Di dalam hati, dia sangat berterima kasih karena memiliki orang tua yang tidak banyak menuntut.

Mendengar ucapan ayahnya melalui sambungan suara, Putri hanya tersenyum kecil sambil menahan air mata bahagia di sudut mata. Ada rasa lega bercampur rasa terima kasih yang sangat besar.

"Enggak mahal Pa... Tenang aja, uang bisa dicari kok," ungkap Putri kepada ayahnya.

jne berbagi kebahagiaan

Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman. - JIBI/Dedi Gunawan

Putri mengetahui bahwa kelompok manula dan orang-orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, hipertensi, dan gangguan pernapasan lebih mudah terinfeksi Covid-19. Maka dari itu, Putri langsung bergegas memberikan kebutuhan orangtuanya dan hadiah kecil yang dikirimkan melalui jasa logistik, JNE untuk melipat jarak.

Sementara itu, Agus Dwi Susanto, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan bahwa kelompok lansia dan orang dengan penyakit penyerta atau komorbid lebih berisiko terinfeksi virus.

Mengutip data Kemenkes, sebanyak 50,6 persen pasien positif Covid-19 tercatat mengidap hipertensi, 34,4 persen menderita diabetes melitus, 19,8 persen menderita penyakit jantung, 10 persen menderita penyakit paru, dan sebanyak 6,3 persen menderita gangguan ginjal.

Penyakit lainnya yang juga banyak diderita para pasien antara lain asma, penyakit hati, TBC, kanker, autoimun, lanjut usia, dan hamil.

STRATEGI JNE SAAT PANDEMI

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto  mengungkapkan perseroan memiliki tagline Connecting Happiness yang berarti mengantarkan kebahagiaan saat menjalan bisnis. Bisnis pengiriman tidak hanya berbicara tentang pengiriman paket, tetapi berbagai aspek kehidupan di masyarakat.

“JNE bukan hanya tentang pengiriman paket, tetapi berhubungan dengan berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat. Ada empat sektor yang  menjadi perhatian utama kami yakni SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar," jelas Feriadi, dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Selama 30 tahun, JNE telah melayani masyarakat di bidang jasa pengiriman ekspres. Sebagai bentuk kepedulian saat pandemi, JNE juga menggratiskan pengiriman penanganan Covid-19. 

Untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal selama pandemi, JNE akan melakukan dua strategi yakni pertama memperkuat internal, dengan cara meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan, mengembangkan teknologi, infrastruktur, jaringan, dan SDM.

Adapun penambahan kapasitas dan kapabilitas bertujuan untuk beradaptasi dan melakukan inovasi, sejalan dengan kebutuhan pengiriman masyarakat.

Strategi dari sisi eksternal, JNE juga mendukung kemajuan ekosistem. Ekosistem yang dimaksud adalah perseroan tetap menjalankan peranan penting di sektor logistik. #jne #jne30tahun #connectinghappiness #30tahunbahagiabersama


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jne Virus Corona Covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top