Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Cottonology Naik Dua Kali Lipat Selama Pandemi Corona

Cottonology tercatat sebagai produk lokal dengan penjualan tertinggi di beberapa platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Blibli, Tokopedia, dan Bukalapak.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  18:36 WIB
Cottonology mencatatkan peningkatan penjualan hingga dua kali lipat selama pandemi. - ilustrasi
Cottonology mencatatkan peningkatan penjualan hingga dua kali lipat selama pandemi. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menekan sejumlah lini usaha, termasuk bisnis fesyen. Carolina Danella Laksono, pemilik brand fesyen Cottonology mengakui bahwa penjualannya memang sempat tertekan, terutama di awal kemunculan pandemi.

Apalagi produk yang dijual Cottonology sebagian besar merupakan produk fesyen seperti kemeja yang biasanya banyak digunakan untuk berpergian.

Padahal, di masa pandemi apalagi saat PSBB sebagian besar masyarakat beraktivitas di dalam rumah sehingga tidak terlalu membutuhkan produk fesyen. Sebagai pelaku usaha, Olin harus beradaptasi sehingga dapat tetap eksis di masa yang sulit ini.

Salah satu caranya adalah dengan memproduksi celana bokser atau celana pendek yang nyaman digunakan saat beraktivitas dari rumah. Sebetulnya celana bokser ini sudah mulai diproduksi sejak 2019 lalu, tetapi belum terlalu fokus.

Namun ternyata di masa pandemi ini, penjualan bokser justru meningkat signifikan. Dia bahkan sampai menambah jumlah tenaga penjahit  dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu memproduksi celana bokser untuk memenuhi permintaan masyarakat.

“Untuk celana bokser ini permintaan sangat besar bahkan bisa mencapai 15.000 potong per bulan. Kami juga menjualnya dengan harga yang terjangkau yaitu Rp120.000 untuk 5 potong celana,” ujarnya.

Secara rata-rata penjualan Cottonology selama masa pandemi ini bisa mencapai sekitar 20.000 pcs, sekitar 15.000 pcs dikontribusikan dari penjualan bokser. Adapun kemeja pria sekitar 2.000 hingga 3.000 potong, dan produk lainnya, termasuk parfum yang mulai diproduksi.

Olin mengatakan bahwa penjualan di masa pandemi ini justru meningkat dibandingkan sebelum pandemi yang secara rata-rata perbulan terjual sekitar 10.000 produk, kini justru mampu menjual hingga 20.000 pcs.

“Bokser ini benar-benar seperti penyelamat bisnis kami. Dalam kondisi ini kita memang harus cepat beradaptasi dan mengetahui tren pasar seperti apa. Dan ternyata produk fesyen rumahan yang lebih nyaman dan santai yang justru sangat diminati,” tuturnya.

Dengan penjualan yang signifikan tersebut, Cottonology berhasil masuk sebagai produk lokal dengan penjualan tertinggi di beberapa platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Blibli, Tokopedia, dan Bukalapak.

Tak hanya memposisikan diri sebagai brand fesyen pria, saat ini Cottonology juga mulai memperluas pasar dengan memproduksi berbagai varian produk fesyen wanita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion Cottonindo Ariesta
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top