Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Cara Menyimpan dan Memilih Kentang yang Baik

Kadang kentang yang bagian luarnya terlihat mulus tanpa cacat, bagian dalamnya bisa rusak. Jadi, jangan hanya melihat kulitnya, perhatikan pula beberapa hal lain seperti warna.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  13:27 WIB
Ilustrasi-Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman
Ilustrasi-Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja bahan makanan mungkin membosankan, tapi ini adalah bagian penting dari kehidupan. Bukan sekadar membeli, Anda juga perlu memperhatikan kualitas bahan makanan terutama sayur dan buah.

Kedua bahan makanan ini biasanya tak bisa disimpan lama. Bahkan, kentang yang cenderung awet pun ada masanya tak layak lagi untuk dikonsumsi.

Jadi bagaimana memilih kentang yang baik? Kadang kentang yang bagian luarnya terlihat mulus tanpa cacat, bagian dalamnya bisa rusak. Jadi, jangan hanya melihat kulitnya, perhatikan pula beberapa hal lain seperti warna.

Chef Kunal Kapur dari India berbagi tips penting memilih kentang yang baik, di laman Instagramnya.

“Berbagi dengan Anda beberapa tips tentang membeli kentang yang tepat saat belanja ke pasar,” katanya.

Menurut dia, pilih kentang yang masih kencang dan keras, jangan beli yang sudah lembek. Tapi bukan berarti semua kentang yang kencang dan keras itu baik. Sebagian bisa saja sudah bertunas. Kentang bertunas mengandung senyawa glycoalkaloids, sejenis racun yang bisa menyebabkan sakit perut, mual dan muntah.

Selain menghindari kentang bertunas, jangan pula membeli kentang dengan semburat kehijauan di kulitnya. Menurut laman Healthline, kentang yang kulitnya sudah berwarna kehijauan bisa berbahaya karena itu bisa menunjukkan adanya racun yang disebut dengan solanine. Racun ini menghambat enzim yang terlibat dalam memecah neurotransmiter tertentu, juga dapat merusak membran sel dan dapat berdampak negatif pada permeabilitas usus atau kerusakan dinding usus.

Setelah memilih kentang yang bagus, Chef Kunal menyarankan jangan dicuci sebelum disimpan. Sebab, kelembapannya akan merusak kentang lebih cepat. Cuci kentang hanya sebelum dimasak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sayuran

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top