Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astaga! Tujuh Varian Baru Virus Corona Bermutasi di Amerika Serikat

Hal yang tidak diduga terjadi. Virus corona memiliki tujuh jenis varian baru yang ditemukan di Amerika Serikat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  17:31 WIB
Mutasi varian baru virus corona (Covid-19) kembali ditemukan di Amerika Serikat. - ilustrasi
Mutasi varian baru virus corona (Covid-19) kembali ditemukan di Amerika Serikat. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi pendahuluan melaporkan ada tujuh varian virus corona baru yang membawa mutasi serupa telah terdeteksi di Amerika Serikat.

Penelitian itu memperoleh informasi mutasi di lokasi yang sama dalam genom virus corona dan tampaknya termasuk dalam garis keturunan yang sama dengan virus yang pertama kali diurutkan pada awal Desember tahun lalu.

Dilansir NewScientist, Selasa (16/2/2021) Jeremy Kamil, peneliti dari Louisiana State University dan rekan penulis studi lainnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan mutasi tersebut, yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Masih belum diketahui apakah mutasi membuat varian lebih mudah menyebar, seperti virus B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan dari Inggris. Namun, peneliti menilai lokasinya dalam gen yang mempengaruhi cara virus memasuki sel manusia perlu menjadi perhatian.

“Saya pikir ada tanda yang jelas dari manfaat evolusioner,” kata Kamil. Studi pendahuluan itu dirilis dalam server pra-cetak dan masih belum ditinjau rekan sejawat.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat dikhawatirkan dengan merebaknya varian virus corona baru yang dilaporkan lebih mudah menular, sehingga dapat meningkatkan kembali angka infeksi di sejumlah negara.

Tiga varian yang saat ini paling dikenal adalah varian yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Keresahan masyarakat global tak hanya soal penularan saja, tapi juga mutasi virus yang dikhawatirkan mengganggu kinerja vaksin.

Sebuah laporan studi pekan lalu menyatakan suntikan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford-AstraZeneca memberikan perlindungan minim terhadap varian corona di Afrika Selatan. Hal itu mendorong negara untuk menghentikan sementara program vaksinasi dengan vaksin tersebut.

Namun demikian, sejumlah ahli masih optimistis bahwa vaksin yang dikembangkan dan telah digunakan di sejumlah negara akan memberikan dampak positif terhadap penanganan pandemi. Beberapa pengembang vaksin juga menyatakan siap bila perlu menyesuaikan vaksin dengan varian baru yang ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat mutasi Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top