Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak! Ini Cara Mencegah PTSD Akibat Pandemi Covid-19

Berbagai penelitian disebutkan bahwa sekitar 30 - 50 persen komunitas mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) selama pandemi Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  15:19 WIB
Depresi - foodntv
Depresi - foodntv

Bisnis.com, JAKARTA – Di masa pandemi sangat wajar bagi seseorang mengalami stres, apalagi ketika terpapar Covid-19. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) selama pandemi.

Koordinator Program Psikologi Satgas Penanganan Covid-19 Endang Mariani mengatakan, dari berbagai penelitian disebutkan bahwa sekitar 30 - 50 persen komunitas memang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) selama pandemi.

Hal ini akan berdampak terutama pada saat mereka sakit. Terlihat dari salah satunya penurunan produktivitas, mood yang naik turun, emosional, dan sebagainya. Belum lagi, rata-rata mereka yang terpapar mengalami self-stigma atau menyalahkan diri sendiri.

“Mereka yang terkena PTSD umumnya berada di usia 18 sampai 30 tahun,” kata Endang dalam diskusi yang digelar BNPB, Rabu (17/2/2021).

Hal ini wajar namun perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya, pada rentang usia tersebut, seseorang tak hanya mengalami stres dari penyakit yang diderita tapi dari segi tahap perkembangan juga tengah mengalami quarter life crisis atau krisis psikologis yang umumnya dialami orang usia 20 - 30 tahun.

Oleh karena itu, untuk pencegahannya, mereka yang terpapar Covid-19 di rumah sakit perlu mendapatkan perhatian dari awal. Segera mendapatkan pendampingan, dan tetap terbuka, sehingga tenaga medis tahu kapan dia harus mendapatkan penanganan yang lebih serius.

“Apa yang kita temukan di awal menjadi satu hal yang bisa membuat kami pendamping psikologi itu bisa memberikan treatment yang tepat. Tidak ada kasus yang sama antara satu orang dengan orang lain. Butuh pendektan personal, pendampingan intensif sehingga kita tahu jalan keluarnya seperti apa,” kata dia.

Adapun, penyembuh utama PTSD adalah diri sendiri. Endang mengatakan seseorang yang terserang gejala PTSD harus dibimbing melihat potensi diri yang ada, untuk menentukan bagaimana kita membantu meingkatkan potensi, meningkatkan resiliensi, menentukan strategi menghadapi masalah.

“Jadi penanganan di awal adalah kunci bagaimana seseorang bisa sehat bisa sembuh tidak hanya fisik tapi juga mental. 18-30 tahun adalah kelompok produktif. Kebayang dong kalau merka alami gangguan psikologis berat dan membuat mereka berkurang produktivitasnya,” ujarnya.

Selain itu, perhatian dari keluarga dan teman, juga bisa disebut sebagai pendampingan psikologi yang kecil tapi bermakna.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 pandemi corona Adaptasi Kebiasaan Baru gangguan psikologis
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top