Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti Temukan Strain Baru Corona di Finlandia, Seberapa Berbahaya?

Varian baru itu diperkirakan berbagi beberapa mutasi yang terlihat di strain Kent Inggris dan Afrika Selatan. Namun, mereka percaya bahwa kombinasinya unik dan menimbulkan kekhawatiran yang berbeda.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  14:47 WIB
Virus corona ketika dicek dengan mikroskop - harvard.edu
Virus corona ketika dicek dengan mikroskop - harvard.edu

Bisnis.com, JAKARTA - Strain baru virus corona telah ditemukan oleh para peneliti di Finlandia. Strain yang sementara ini dinamai Fin 796H baru terdeteksi satu kasus, tapi peneliti ragu tentang penyebarannya.

Dilansir dari Express UK, Senin (22/2) varian baru itu diperkirakan berbagi beberapa mutasi yang terlihat di strain Kent Inggris dan Afrika Selatan. Namun, mereka percaya bahwa kombinasinya unik dan menimbulkan kekhawatiran yang berbeda.

Penemuan itu dibuat oleh Vita Laboratories yang berbasis di Helsinki. Dalam sebuah pernyataan para ilmuwan yang menemukannya mengatakan telah mendeteksi varian corona yang sebelumnya tidak diketahui dalam sampel dari Finlandia Selatan.

"Mutasi pada varian ini menyulitkan pendeteksian setidaknya pada salah satu tes PCR yang direkomendasikan WHO. Penemuan ini bisa berdampak signifikan pada penentuan penyebaran penyakit," kata para peneliti.

Ilkka Juljunen, profesor virologi di University of Turku mengatakan bahwa penemuan ini masih belum dianggap sebagai perhatian utama. Dia mengaku tidak terlalu khawatir karena belum ada bukti bahwa strain baru lebih mudah ditularkan.

Selain itu, belum ada bukti juga yang menunjukkan bahwa varian virus corona Finlandia lebih mematikan daripada varian lainnya. Ketahanan nya terhadap vaksin saat ini juga masih belum diketahui.

Taru Meri dari Vita Laboratories mengatakan kepada media Finlandia bahwa detail tentang infektivitas dan potensi ketahanan strain masih dikaji. Namun, peneliti mengatakan bahwa tes PCR reguler tidak bisa mendeteksi strain itu.

Ini mirip dengan varian Afrika Selatan yang hanya dapat dikonfirmasi melalui analisis laboratorium. Para ilmuwan percaya varian itu tidak berasal dari Finlandia karena jumlah kasusnya yang rendah.

Sejauh ini negara Skandinavian itu hanya mencatat 51.000 kasus dan 700 kematian sejak awal 2020. Sementara itu, pengujian lonjakan ekstra telah ditetapkan di Inggris menyusul ditemukannya varian Afrika Selatan di Leeds, Yorkshire Barat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finlandia Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top