Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Istilah Coronaphobia, Ciri Orang yang Mengalaminya, dan Cara Mengatasinya

Istilah coronaphobia digunakan untuk menggambarkan ketakutan terhadap Covid-19 yang akan menghalangi kehidupan sehari-hari. Meskipun saat ini masih bukan diagnosis resmi, kecemasan seperti ini adalah hal nyata yang dialami oleh banyak orang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  08:56 WIB
Ilustrasi - Lennoncenter
Ilustrasi - Lennoncenter

Bisnis.com, JAKARTA – Sekitar 12 bulan atau setahun terakhir, masyarakat menjadi lebih berhati-hati tentang kebersihan dibandingkan periode sebelumnya. Mereka yang punya kecemasan kesehatan menganggap pandemi ini sangat menantang.

Tentunya wajar merasa sedikit cemas di tengah situasi seperti sekarang, tetapi para peneliti telah mengidentifikasi jenis fobia baru yang terkait langsung dengan virus corona. Kecemasan jenis ini disebut sebagai coronaphobia.

Istilah coronaphobia digunakan untuk menggambarkan ketakutan terhadap Covid-19 yang akan menghalangi kehidupan sehari-hari. Meskipun saat ini masih bukan diagnosis resmi, kecemasan seperti ini adalah hal nyata yang dialami oleh banyak orang.

Dilansir dari Metro UK, Rabu (24/2) diperkirakan nama gangguan tersebut berasal dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Asian Journal of Psychiatry pada Desember tahun lalu. Para peneliti mengidentifikasi tiga komponen dari jenis kecemasan khusus ini.

Ketiga hal itu ialah kekhawatiran terus menerus yang menyebabkan gejala seperti jantung berdebar atau perubahan nafsu makan dan pusing; mengalami ketakutan berlebih; dan perilaku menghindar yang semuanya terkait langsung dengan penularan atau penyebaran Covid-19.

Orang dengan coronaphobia akan menghindari pergi ke tempat umum, menyentuh permukaan, atau pergi ke ruang tertutup dengan orang lain. Mereka juga cenderung menunjukkan perilaku berulang yang berlebihan seperti mencuci atau membersihkan tangan.

Para peneliti menjelaskan bahwa coronaphobia dapat mengganggu kualitas keseluruhan fungsi sehari-hari individu. Dengan kata lain, hal tersebut dapat mengambil alih kehidupan keseharian seseorang dan mengganggunya hingga taraf tertentu.

Adapun menurut sebuah penelitian pada Februari 2021, satu orang dengan coronaphobia membersihkan masker wajahnya tiga kali sehari dengan metanol, yang justru bisa membuatnya sakit parah karena menghirup uap berbahaya.

Kabar baiknya adalah, seperti gangguan kecemasan lainnya, coronaphobia dapat diobati. Pengobatannya dapat dilakukan melalui CBT dan dengan cara itulah fobia serupa tentang kebersihan dan kuman ditangani.

Lily Brown, Direktur Penn Center for the Treatment and Study of Anxiety mengatakan bahwa tujuan CBT adalah berlatih terlibat dengan kecemasan yang dirasakan melalui serangkaian tujuan kecil yang dapat dicapai. Tapi perlu diingat semua hal ini perlu dilakukan dengan dukungan dan pengawasan dokter atau ahli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona cemas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top