Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seng Jadi Kunci Metode Pengobatan Baru Diabetes

Tim ilmuwan yang didanai oleh British Heart Foundation (BHF) ini menyelidiki penyebab pembekuan darah yang berpotensi berbahaya dan mengapa hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  11:19 WIB
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti di Universitas St Andrews mengatakan zinc atau seng bermanfaat dalam pengobatan diabetes. 

Tim ilmuwan yang didanai oleh British Heart Foundation (BHF) ini menyelidiki penyebab pembekuan darah yang berpotensi berbahaya dan mengapa hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes. 

Jelas diabetes merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan peredaran darah. Karena kerusakan yang ditimbulkannya pada pembuluh darah, penderita diabetes tiga kali lebih mungkin mengembangkan kondisi seperti serangan jantung, stroke, dan demensia vaskular.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Alan Stewart dari School of Medicine di University of St Andrews ini kemudian mengamati peran seng dalam proses ini. Seng adalah nutrisi penting yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Salah satu fungsinya untuk membantu pembekuan darah pasca cedera.

Kendati demikian pada beberapa orang dengan kondisi kesehatan yang mendasari, seperti penderita diabetes tipe 2 atau obesitas, pembekuan dapat terjadi lebih sering, menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan menyebabkan kondisi kesehatan yang serius seperti stroke dan trombosis (DVT).

Penelitian yang dipublikasikan di Chemical Science ini menemukan bahwa pengangkutan seng dalam darah terganggu pada mereka yang menderita diabetes tipe 2 karena peningkatan kadar asam lemak. Asam lemak ini mencegah seng terbawa secara normal sehingga memungkinkan seng berinteraksi dengan protein pengaktif gumpalan darah dan berpotensi memicu pembekuan darah yang berbahaya.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa dengan mengubah cara penanganan seng, peningkatan kadar asam lemak dalam sirkulasi dapat berkontribusi pada pembentukan gumpalan darah yang tidak diinginkan dan berpotensi berbahaya," ujar Stewart dilansir dari Medical Xpress, Selasa (2/3/2021). 

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, mereka yakin penelitian ini menjadi cara identifikasi baru masalah vaskular yang dapat terjadi pada individu tertentu. “Pada akhirnya, kami berharap temuan ini akan membantu pengembangan strategi terapeutik baru untuk mengurangi risiko penyakit vaskular pada pasien diabetes tipe 2, serta penyakit lain yang terkait dengan asam lemak plasma tingkat tinggi," tutur Stewart.

BHF adalah penyandang dana independen terbesar untuk penelitian penyakit jantung dan peredaran darah di Inggris Raya dan proyek ini merupakan satu dari ribuan proyek yang didanai oleh BHF untuk membantu menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan.

James Jopling, Kepala BHF Skotlandia mengatakan diabetes adalah faktor risiko utama serangan jantung dan stroke, kondisi yang sangat memengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, sangat penting bagi pihaknya memahami lebih banyak tentang penyakit ini dan cara mengobatinya. 

"Proyek penelitian seperti ini di St Andrews membantu menginformasikan bagaimana kami merawat pasien, mengidentifikasi mereka yang berisiko tertentu dan pada akhirnya menemukan cara baru untuk menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes pengobatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top