Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Nonita Respati, dari Editor ke Desainer Fesyen

Nama Nonita Respati sudah tidak asing lagi bagi pecinta kain wastra Nusantara. Desainer sekaligus pendiri label Purana itu meramaikan industri mode lokal sejak 2009. Nonita membawa DNA yang identik dengan batik modern.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:24 WIB
Nonita Respati. Teknik batiknya yang dilestarikan pada karya tersebut.  - Bisnis.com
Nonita Respati. Teknik batiknya yang dilestarikan pada karya tersebut. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Nonita Respati sudah tidak asing lagi bagi pecinta kain wastra Nusantara. Desainer sekaligus pendiri label Purana itu meramaikan industri mode lokal sejak 2009. Nonita membawa DNA yang identik dengan batik modern.

Wanita kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu sudah akrab dengan kain batik sejak belia karena sang nenek punya pabrik batik di Solo, kemudian sang ibu kolektor batik.

Namun siapa yang menyangka bila sebelum menjadi perancang busana, Nonita berkecimpung di industri media. Ia menjadi editor fesyen selama enam tahun di salah satu majalah gaya hidup kenaaman Indonesia.

Berangkat dari kecintaanya pada industri fesyen, Purana lahir dari tangan Nonita. “Awalnya cita-cita ingin punya usaha sendiri dari sesuatu yang aku tahu. Di profesi aku jadi editor fesyen waktu itu banyak belajar otoditak tentang fesyen terutama potongan, siluet, dan tren pasar,” kata Nonita pada Bisnis, Rabu (3/3/2021).

Oleh karena menjalankan dua profesi sekaligus, Nonita mulai kewalahan dalam membagi waktu sehingga memutuskan keluar dari industri media dan melanjutkan cita-citanya.

Pada masa awal debut, wanita berambut pendek itu sempat alami kesulitan memperkenalkan batik modern pada pasar. Namun berkat kerja kerasnya akhirnya bisa diterima dengan baik.

“Waktu itu di Jakarta Fashion Week 2012 pertama kalinya aku memperkenalkan motif-motif batik yang aku design dengan warna yang baru dan mungkin belum pernah dilihat audiens fesyen sebelumnya. kemudian mayoritas orang bertanya apakah itu batik? Kemudian kami jelaskan bahwa teknik batiknya yang dilestarikan pada karya tersebut,” katanya.

Dari teknik batik yang digunakan kemudian diadaptasi menjadi sesuatu yang modern dan konteporer tanpa meninggalkan identitas batik itu.

Saat ini, label Purana tidak hanya memproduksi batik dari pengerajin yang ada di solo, namun juga melibatkan perajin dari Pekalongan. Dan tak hanya batik, ada pula tenun yang meramaikan koleksi Purana. Yang terbaru ialah koleksi betajuk Synchronized yang baru rilis di 1 Maret 2021 ini.

“Inovatif, tetap original dan berani kaluar dari tren pasar yang sudah penuh menjadi kunci bertahan untuk industri fesyen saat ini,” Tutup Nonita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur fesyen
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top