Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkarier Lebih dari 60 Tahun, Desainer Pierre Cardin Tutup Usia

Lahir di dekat Venesia pada 2 Juli 1922, dari orang tua Prancis keturunan Italia, Cardin dididik di Kota Saint Etienne, Prancis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  08:48 WIB
Perancang busana Pierre Cardin (Instagram - @pierrecardintr)
Perancang busana Pierre Cardin (Instagram - @pierrecardintr)

Bisnis.com, JAKARTA —  Perancang busana asal Prancis, Pierre Cardin, yang merupakan desainer bertangan dingin yang mampu menjual berbagai produk di bawah mereknya, meninggal dunia pada Selasa (29/12/2020) pada usia 98 tahun, Reuters melaporkan, Rabu (30/12/2020).

Dalam karier yang mencakup lebih dari 60 tahun, Cardin mendapat cemoohan sekaligus kekaguman dari sesama perancang busana karena naluri bisnisnya yang berani dan memengaruhi panggung pergelaran busana dengan gaun gelembung futuristik serta potongan dan pola geometris.

Cardin, yang pernah menjadi mentor untuk desainer seperti Jean Paul Gaultier, aktif di lingkaran mode hingga yang akhir hayatnya. Ia masih membawa desainer muda di bawah sayapnya, menghadiri pesta dan acara, dan secara teratur mengunjungi kantornya di Paris.

"Terima kasih Tuan Cardin karena telah membukakan saya pintu menuju mode dan mewujudkan impian saya," tulis Gaultier di Twitter.

Cardin adalah desainer pertama yang menjual koleksi pakaian di pasaraya pada akhir 1950-an dan yang pertama memasuki bisnis perizinan untuk parfum, aksesori, dan bahkan makanan—yang kemudian mendatangkan keuntungan bagi banyak rumah mode lainnya.

Beberapa dekade kemudian, cokelat Armani, hotel Bulgari, dan kacamata hitam Gucci muncul. Semuanya didasarkan pada kesadaran Cardin bahwa pesona merek fesyen memiliki potensi perdagangan yang tak ada habisnya.

Selama bertahun-tahun, namanya dicap sebagai peralatan rumah tangga dan aksesori norak—bahkan celana pendek boxer yang murah.

Para pengkritiknya menuduhnya merusak nilai mereknya dan gagasan kemewahan secara umum, tetapi dia tampaknya tidak terpengaruh oleh kritik.

"Saya memiliki pemikiran untuk memasarkan nama saya," kata Cardin kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung Jerman pada 2007.

"Apakah uang merusak ide seseorang? Saya sama sekali tidak memimpikan uang, tetapi sementara saya bermimpi, saya menghasilkan uang. Ini tidak pernah tentang uang," tuturnya.

Dia menegaskan bahwa dia membangun bisnisnya tanpa pernah meminta pinjaman dari bank.

Lahir di dekat Venesia pada 2 Juli 1922, dari orang tua Prancis keturunan Italia, Cardin dididik di Kota Saint Etienne, Prancis yang tidak terlalu glamor.

Dia pergi bekerja untuk seorang penjahit di dekat Vichy pada usia 17 dan bermimpi untuk suatu saat menjadi seorang aktor, melakukan beberapa pekerjaan di atas panggung, serta menjadi model dan menari secara profesional.

Ketika dia datang ke Paris pada 1945, dia membuat topeng dan kostum untuk film Jean Cocteau, "Beauty and the Beast", dan setahun kemudian bergabung dengan Christian Dior yang saat itu tidak dikenal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mode perancang busana

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top