Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutan Virus Corona Asal Inggris: Dampak, Gejala, dan Cara Mengobati

PhD Candidate in Medical Science at Kobe University Adam Prabata dalam postingan di akun Instagram pribadinya mengatakan orang yang terinfeksi dengan mutasi baru ini diduga lebih berisiko dirawat inap.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  10:29 WIB
Mutan Virus corona B.1.1.7
Mutan Virus corona B.1.1.7

Bisnis.com, JAKARTA - Mutasi virus corona baru asal Inggris, B.1.1.7 diduga lebih berbahaya dari virus Covid-19 sebelumnya.

PhD Candidate in Medical Science at Kobe University Adam Prabata dalam postingan di akun Instagram pribadinya mengatakan orang yang terinfeksi dengan mutasi baru ini diduga lebih berisiko dirawat inap.

"Lebih berisiko meninggal dunia akibat Covid-19 dibandingkan dengan jenis virus penyebab Covid-19 lainnya," ujarnya mengutip pernyataan The New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG), dikutip Bisnis, Kamis (4/3/2021).

Menurut CDC virus ini juga dikatakan lebih menular 30-50 persen dibandingkan dengan jenis virus penyebab Covid-19 yang mayoritas beredar di masyarakat saat ini.

"Jumlah kasus Covid-19 serta komorbid atau kematian yang diakibatkan dapat sangat meningkat akibat mutasi baru ini," tutur Adam.

Sejauh ini gejala yang ditemukan tidak berbeda dengan gejala Covid-19 yang lama. Termasuk gejala yang dialami anak-anak.

Kata Adam tidak terdapat peningkatan kasus sakit berat pada anak yakni usia di bawah 18 tahun yang terinfeksi B.1.1.7. Diduga tidak ada perbedaan perjalanan klinis antara anak yang terinfeksi mutasi ini dengan yang ada sebelumnya.

Sementara itu, Adam menyebut virus ini bisa dicegah dengan vaksin. Beberapa penelitian termasuk produsen vaksin Covid-19 menunjukkan bahwa vaksin yang ada efektif terhadap mutasi ini. Butantan Medical Center mengklaim Sinovac efektif terhadap B.1.1.7

Adapun cara agar tidak terinfeksi virus ini kata Adam dengan menggunakan 2 masker sekaligus. Yakni masker medis di bagian dalam dan masker kain sebagai pelapis. Disarankan pula agar masker yang dipakai memiliki kawat di area hidung atau menggunakan mask filter.

"Tujuan masker medis ditimpa oleh masker kain itu untuk meningkatkan keketatan masker di sisi-sisinya," sebut Adam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top