Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Kalah Bersaing, Produk Kosmetika Merek Lokal Semakin Diincar

Produk kecantikan dan perawatan kulit merek lokal semakin diincar oleh konsumen karena kualitasnya bisa disandingkan dengan sejumlah jenama besar mancanegara yang lebih dulu dikenal.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  12:02 WIB
Dandan. Komunikasi yang hangat dengan konsumen merupakan cara mereka dalam berkomunikasi di tengah pandemi.  - Antara/Pexels.
Dandan. Komunikasi yang hangat dengan konsumen merupakan cara mereka dalam berkomunikasi di tengah pandemi. - Antara/Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA - Produk kecantikan dan perawatan kulit merek lokal semakin diincar oleh konsumen karena kualitasnya bisa disandingkan dengan sejumlah jenama besar mancanegara yang lebih dulu dikenal.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang meliputi sektor kosmetik tumbuh hingga 5,59 persen.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor kosmetik tumbuh signifikan pada 2020, terlihat dari kinerja pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, di mana kosmetik termasuk di dalamnya, tumbuh 9,39 persen.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan sektor kosmetika berkontribusi 1,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Pemerintah akan terus membantu pelaku industri kecil dan menengah di sektor kosmetik agar tetap produktif demi membawa manfaat positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya seperti dikutip Antara, Rabu (17/3/2021).

Pakar kecantikan Affi Assegaf mengungkapkan setiap pegiat usaha produk kecantikan lokal berlomba menawarkan produk berkualitas yang tidak kalah saing dengan produk asing.

Dia mengatakan ada semakin banyak jenama baru yang bermunculan, atau jenama yang usianya baru seumur jagung, tapi banyak digemari pencinta produk kecantikan karena hasilnya memuaskan.

"Ini menggembirakan banget," katanya.

Dia mengatakan, saat ini banyak produk kecantikan buatan anak bangsa yang tidak lagi dianggap sebelah mata. Tidak sedikit mereka yang punya preferensi brand-brand lokal ketimbang merek yang sudah tenar dari luar negeri.

"Kalau ada tren kecantikan di luar negeri, orang mencari produk seperti itu di brand lokal," jelas Affi.

AVP of Category Development for FMCG & Long Tail Categories Tokopedia Jessica Stephanie Jap mengatakan produk kecantikan lokal di platform e-commerce itu mempunyai strategi berbeda dalam merengkuh hati konsumen. Dia memaparkan, jenama yang sudah populer secara global biasanya punya strategi pemasaran yang menyasar konsumen secara masif.

"Semakin lama perkembangan brand beauty lokal lebih pesat dari yang sudah established, yang sebagian besar brand asing. [Brand lokal] lebih kreatif untuk masyarakat luas yang keinginannya berbeda-beda," jelas Jessica.

Menonjolkan keunikan adalah salah satu strategi yang dilancarkan oleh jenama Maska Indonesia yang didirikan pada 2019 oleh Raditya Banyu dan Almas Hudiya. Mereka menawarkan sederet pilihan produk perawatan kulit berbahan alami. Raditya mengatakan, dia ingin agar produk dalam negeri bisa punya tempat di hati konsumen.

Komunikasi yang hangat dengan konsumen merupakan cara mereka dalam berkomunikasi di tengah pandemi. Perbincangan mereka dengan para pengikut di media sosial tidak melulu soal mempromosikan produk-produk, tapi berusaha menjadi kawan dekat dengan mengangkat hal-hal relevan.

"Kami enggak bisa terus-terusan ngomongin produk, kami bisa tanya kabar mereka, nanya drama Korea apa yang lagi ditonton. Bagaimana caranya agar kita bisa sensitif dengan kondisi market saat ini," imbuh Almas.

Hal yang sama dilakukan oleh jenama Gentle Hour, bisnis pembersih wajah lokal yang didirikan oleh Jeldine Madjukie, Joyce Arta, dan Revata Pingkan pada Agustus 2020. Konten-konten menarik yang dihadirkan melalui media digital adalah cara mereka berkenalan dengan konsumen.

Konten yang dimaksud bukan soal iklan produk, tapi video di Instagram maupun siniar (podcast) yang relevan dengan kehidupan di rumah saja. Pingkan mengatakan, mereka mengundang narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi informasi bermanfaat yang bisa diterapkan di rumah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecantikan kosmetika
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top