Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amputasi pada Penyandang Diabetes Bisa Dihindari, Ini Caranya

Amputasi menjadi sisi lain yang menghantui penderita diabetes. Pemeriksaan saraf tepi diyakini menghindari kemungkinan buruk tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2021  |  13:07 WIB
Amputasi pada Penyandang Diabetes Bisa Dihindari, Ini Caranya
Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika glukosa darah, juga disebut gula darah, terlalu tinggi. Seiring waktu, terlalu banyak glukosa dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, masalah mata, dan penyakit ginjal. - niddk.nih.gov
Bagikan

Bisnis.com, TANGERANG - Amputasi menjadi salah satu dampak yang harus dihadapi penderita diabetes. Namun, ternyata hal itu bisa dihindari.

Pemeriksaan saraf tepi kaki dan skrining penyempitan pembuluh darah di kaki menjadi salah satu cara deteksi dini untuk menghindari amputasi terjadi.

Pendapat itu disampaikan dr. Jimmy Tandradynata, dokter spesialis penyakit dalam di Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital BSD Tangerang Selatan.

"Seperti umumnya pencegahan komplikasi diabetes, kaki diabetes juga dapat dicegah dengan mengontrol gula darah. Selain itu, munculnya sejumlah luka di area kaki merupakan gejala awal yang perlu diwaspadai oleh penyandang diabetes," ujarnya, Sabtu (20/3/2021).

Ia menambahkan bahwa konsultasi dan perawatan dengan dokter spesialis perlu dilakukan sebagai upaya preventif tindakan amputasi.

Pengidap diabetes merupakan golongan yang rentan mengalami amputasi kaki karena berpotensi mengalami penghambatan aliran pembuluh darah, gangguan saraf, maupun infeksi di kaki.

"Jika tidak ditangani secara tepat, dapat berujung pada amputasi," ujarnya.

Ada sejumlah kondisi yang membuat pasien diabetes terpaksa mengambil tindakan amputasi, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah ke ujung kaki berkurang dan memperlambat penyembuhan jaringan jika terdapat luka.

Sumbatan yang besar juga dapat menyebabkan kematian jaringan kaki akibat nutrisi dan oksigen yang tidak tercukupi hingga ke ujung kaki dan membuat kaki menjadi kehitaman.

"Kondisi yang berat menyebabkan kematian jaringan kaki sehingga amputasi menjadi opsi yang dipilih sebagai tindakan untuk menyelamatkan nyawa pasien," ujarnya

Erwin Suyanto selaku Head of Marketing Corporate Eka Hospital menambahkan Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital menyediakan konsultasi luka kaki diabetes yang disertai penilaian kondisi kaki dan luka diabetes, pengecekan gula darah sewaktu, dan konsultasi dengan dokter spesialis.

“Jika diketahui dan ditangani dengan tepat, tindakan amputasi dapat dicegah. Konsultasi luka kaki diabetes adalah salah satu layanan yang kami hadirkan untuk penanganan yang tepat sehingga tidak berujung pada tindakan amputasi. Kami berharap, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital dapat menjadi destinasi sekaligus sahabat bagi para penyandang diabetes untuk mengontrol kesehatan secara berkala," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes gula darah

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top