Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Ubah Lanskap Musik Indonesia jadi Serba Digitalisasi

Dalam diskusi daring yang diadakan pada Selasa (30/3), bertajuk "Breakfast with Resso", beberapa tokoh dari berbagai bidang musik membahas topik lanskap musik Indonesia di masa depan, terlebih dengan adanya dampak pandemi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 April 2021  |  17:43 WIB
Ilustrasi Musik Digital - Sonatamusic.ca
Ilustrasi Musik Digital - Sonatamusic.ca

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri musik di mana pun, termasuk di Indonesia, sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Dalam diskusi daring yang diadakan pada Selasa (30/3), bertajuk "Breakfast with Resso", beberapa tokoh dari berbagai bidang musik membahas topik lanskap musik Indonesia di masa depan, terlebih dengan adanya dampak pandemi.

Diskusi ini menggarisbawahi beberapa perubahan yang terjadi pada industri musik tanah air, di antaranya adalah tumbuhnya inisiatif dari para musisi untuk menggelar berbagai kegiatan melalui platform digital dan inovasi untuk tetap berkarya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan pandangan dan masukan dari para pelaku industri musik dengan latar belakang yang beragam dapat dijadikan acuan dan referensi bagi pemerintah untuk menetapkan strategi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan produktifitas para pelaku ekonomi kreatif.

"Masukan dan hasil diskusi dari pelaku industri sangat berharga untuk membantu pemerintah dalam proses perumusan kebijakan-kebijakan strategis yang secara komprehensif dapat membantu proses pemulihan industri musik di Indonesia paska pandemi," ujar Sandiaga seperti dikutip melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (31/3).

Para pelaku industri musik melakukan adaptasi di era disrupsi dan pandemi, kolaborasi -baik di dalam industri musik sendiri maupun antar industri- dengan menggelar beragam aktivitas melalui platform digital.

Pada saat yang sama, musisi atau artis tetap berkarya; mereka tetap berkreasi, baik sendiri maupun berkolaborasi dengan musisi lain, dan produser maupun promotor tetap merilis lagu dari artisnya.

Indonesia termasuk negara yang sering mengadakan festival musik dengan beragam agenda. Namun, pandemi telah membatasi kegiatan yang memicu kerumunan sehingga tidak memungkinkan untuk mengadakan konser atau festival.

Pasca pandemi, pertunjukkan musik akan banyak mengalami adaptasi untuk menyesuaikan dengan penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) dari Kemenparekraf.

Banyak acara musik seperti festival, pertunjukkan langsung, tur konser, dan pemberian penghargaan yang telah dibatalkan atau ditunda sejak tahun lalu berdampak tidak saja pada para artis, tetapi juga sejumlah besar orang yang bekerja untuk even-even tersebut.

Seiring dengan menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia, dan program vaksinasi yang tengah berjalan dengan baik, pembicaraan dan wacana untuk penyelenggaraan pertunjukan dan event langsung seraya menerapkan kepatuhan dan protokol kesehatan yang ketat sudah dimulai.

Ide ini tentunya disambut baik oleh para pelaku industri musik dan publik.

Head of Music and Content, Resso Indonesia Christo Putra menuturkan bahwa pandemi telah mempercepat transisi dan kebiasaan mendengar musik di platform digital.

"Sebagai aplikasi streaming musik, Resso berharap dapat bekerja lebih dekat dan memainkan peran yang lebih kuat dalam mendukung dan berkontribusi bagi kemajuan dan pertumbuhan industri musik Indonesia," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik digitalisasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top