Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Disfungsi Seksual pada Perempuan

Risiko dari ketidakpuasan seksual ini bisa meningkat hampir dua kali lipat dengan isu seperti lemahnya ketertarikan atau kepuasan seksual dibanding dengan perempuan yang lebih lama tidur.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 22 April 2021  |  14:13 WIB
Tidur - boldsky.com
Tidur - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi yang dirilis dalam Menopause: The Journal of The North American Menopause Society menunjukkan bahwa kekurangan tidur memiliki dampak terhadap gaya hidup seks yang kurang memuaskan bagi perempuan dewasa.

Melansir dari CNN, Kamis (22/04/2021), risiko dari ketidakpuasan seksual ini bisa meningkat hampir dua kali lipat dengan isu seperti lemahnya ketertarikan atau kepuasan seksual dibanding dengan perempuan yang lebih lama tidur.

Penelitian ini dilakukan menggunakan alat ukur Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh, di mana para partisipan diberikan berbagai pertanyaan seputar kemampuan tidur, penggunaan obat, kelelahan saat siang hari, dan lain-lain.

Selain menemukan risiko seksual, penelitian ini juga menemukan bahwa kualitas tidur yang baik memiliki keterkaitan dengan aktivitas seksual yang lebih sering.

"Jika Anda meletakkan pilihan tidur dan seks di depan perempuan yang sedang kelelahan, dia akan memilih tidur setiap saat," tutur direktur medis North American Menopause Society, Stephanie Faubion.

Ia menambahkan hal ini perlu menjadi perhatian dari para tenaga medis untuk mulai menanyakan pasiennya tentang rutinitas tidur dan fungsi seksual mereka, di mana seharusnya mereka menanyakan pasien perempuan mereka tentang fungsi seksualnya.

Baginya, tidur juga merupakan hal yang mudah untuk ditanyakan sebab kurang tidur bisa diasosiasikan dengan banyak dampak negatif seperti penyakit kardiovaskuler.

"Jika perempuan tidak dapat tidur dengan baik, ini bisa berujung pada pertanyaan berikutnya karena mungkin saja fungsi seksualnya juga ikut terdampak," jelasnya.

Terkait dengan hal ini, Faubion menegaskan perlunya diskusi dengan tenaga medis terkait dengan masalah tidur dan masalah fungsi seksual. Ini juga dinilai mampu membantu pasien perempuan dalam mengetahui penyakit gangguan tidur yang tidak ia sadari, misalnya mendengkur (sleep apnea) dan sindrom kaki yang tidak bisa beristirahat.

Ia memberikan dua tips terkait pencegahan dari kebiasaan tidur yang buruk. Pertama, melakukan olahraga di luar ruangan dengan paparan sinar matahari untuk melepaskan zat kimia terkait stres dalam tubuh dan membantu menjaga bahkan meningkatkan kualitas tidur.

Kedua, membangun suasana di kamar tidur yang baik demi meningkatkan tidur yang optimal. Ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan temperatur kamar yang lebih dingin dan mengurangi jumlah cahaya dalam ruangan.

Ketiga, menghindari makanan tertentu seperti kafein setelah pukul tiga sore serta makanan pedas dan berlemak sebelum tidur agar bisa mencegah gangguan gastritis yang menyebabkan tubuh bisa terbangun.

Terakhir, lakukan relaksasi sebelum tidur dengan mandi air hangat, membaca buku, mendengarkan musik yang lembut, meditasi, atau melakukan peregangan ringan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur menopause
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top