Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Rekomendasi PAPDI untuk Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) membuat rekomendasi terkait dengan penggunaan vaksin AstraZeneca yang tertulis dalam Surat Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca 2410/PB PAPDI/U/IV/2021.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 29 April 2021  |  12:42 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Badan Regulator Obat-obatan Eropa mengumumkan telah menemukan sebuah hubungan antara vaksin covid-19 milik AstraZeneca dan pembekuan darah yang sangat jarang terjadi kepada orang dewasa yang menerima vaksin.

Menanggapi hal tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) membuat rekomendasi terkait dengan penggunaan vaksin AstraZeneca yang tertulis dalam Surat Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca 2410/PB PAPDI/U/IV/2021.

Rekomendasi tersebut mencakup tiga hal. Pertama, Vaksin Astrazeneca merupakan salah satu jenis vaksin yang dianggap efektif dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Mengacu pada rekomendasi International Society on Thrombosis and Haemostasis (ISTH), European Medical Agency (EMA), dan WHO GACVS, manfaat pemberian vaksin ini dinilai lebih besar daripada potensi komplikasi.

Kedua, pasien dengan riwayat pembekuan darah (trombosis) atau mereka yang secara rutin mendapatkan terapi antikoagulan/antiplatelet masuk ke dalam kelompok special precaution.

Ketiga, terkait dengan masalah pembekuan darah pada Vaksin AstraZeneca maka pemantauan efek samping untuk kemungkinan terjadinya trombosis perlu ditingkatkan dengan memperhatikan adanya laporan gejala trombosis seperti sakit kepala hebat, sesak napas, mata kabur, kaki bengkak unilateral, dll terutama pada hari ke-4 sampai 20 pasca vaksinasi. Apabila terdapat gejala tersebut agar segera memeriksakan diri.

Selain itu, apabila pada calon penerima vaksin AstraZeneca dinilai memiliki kecenderungan trombosis oleh dokter yang merawat, maka hendaknya diberikan surat kelayakan/tidak layak untuk divaksinasi AstraZeneca.

Adapun, ketiga rekomendasi tersebut dibuat dengan mempertimbangkan beberapa hal di antaranya diperlukan cakupan vaksinasi yang luas untuk mencapai herd immunity pada populasi Indonesia untuk memutus transmisi covid-19, kesepakatan dari para ahli mengenai keamanan dan manfaat dari vaksinasi covid-19, Kajian BPOM mengenai vaksin AstraZeneca, dan hasil beberapa penelitian dari berbagai lembaga kesehatan seperti Statement on Astra Zeneca Covid-19 Vaccine and Thrombosis ISTH, UK Case Series Covid-19 Vaccine AstraZeneca Analysis, Review on Covid-19 Vaccine AstraZeneca EMA, dan Statement of WHO GACVS).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru AstraZeneca
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top