Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal GERD, Penyakit yang Banyak Dialami Pasca Lebaran

Ganggangu pencernaan menjadi penyakit yang sering dialami oleh banyak orang setelah Lebaran. Karena tubuh mengalami pola makan yang berubah selama sebulan, maka saat itu pula tubuh menyesuaikan keadaan baru tersebut.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  13:45 WIB
Ilustrasi penyakit lambung atau dikenal juga dengan GERD  - Bisnis/Youtube
Ilustrasi penyakit lambung atau dikenal juga dengan GERD - Bisnis/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Ganggangu pencernaan menjadi penyakit yang sering dialami oleh banyak orang setelah Lebaran. Karena tubuh mengalami pola makan yang berubah selama sebulan, maka saat itu pula tubuh menyesuaikan keadaan baru tersebut.

Namun sering kali asupan makanan yang dikonsumsi tidak mengikuti perubahan tersebut. Akibatnya, pencernaan menjadi bermasalah.

Profesor Ari Fahrial Syam, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterohepatologi KSM/Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, mengatakan kondisi tersebut populer disebut GERD.

“GERD adalah singkatan dari gastroesophageal reflux disease. GERD adalah gangguan pencernaan karena asam lambung naik ke kerongkongan. Dan, ini berbeda dengan maag," ujarnya secara virtual pada acara bertajuk Antisipasi Penyakit Pasca Lebaran pada instagram resmi @rscm.kencana, Senin (10/ 5/2021).

Saat puasa, orang akan menahan lapar dan minum selama 14 jam. Dan saat itu tubuh akan mengelurkan banyak zat jahat secara alami. Namun karena keinginan lebih tinggi untuk menyantap aneka makanan secara berlebihan, akibatnya pencernaan kaget dan terjadi GERD.

Normalnya, otot pencernaan akan terbuka ketika seseorang menelan sesuatu menuju perut. Lalu saat makanan masuk otot pencernaan tersebut akan otomatis kembali tertutup untuk mencegah isi lambung naik kembali menuju kerongkongan.

Namun pada penderita GERD akan sebaliknya. Otot pencernaan mengalami gangguan gerakan menutup karena tegang. Akibatnya, isi lambung kembali menuju kerongkongan. Dan apabila tidak cepat ditangani akan membuat iritasi dan perdangan pada lapisan kerongkongan.

Perut kencang dan nafas pendek menjadi salah satu kondisi yang harus diperiksakan segera. Untuk mengobati GERD harus mengkonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter.

Lalu selama puasa ini, obat bisa diminum sebelum makan pada pagi dan sebelum makan saat berbuka. Obat harus diminum setengah jam sebelum makan.

Konsumsi makanan yang tidak baik bagi lambung atau pola makan yang tidak seimbang akan menjadi pemicu dari GERD. Maka dari itu, untuk mengatasinya harus di imbangi dengan pola hidup yang sehat dan seimbang. Misalnya tidak merokok, perbanyak aktifitas bergerak, dan perhatikan asupan makanan.

Ari tidak menyarankan untuk mengkonsumsi minuman detok yang kini marak ditawarkan oleh toko online. Menurutnya, minuman detoks yang terbuat dari bahan alami belum tentu baik bagi lambung. Bisa jadi justru memimbulkan lebih banyak gas. Minuman detoks hanya akan memperlancar saluran buangan untuk pencernaan.

“Terus terang saja saya tidak ada rekomendasi ramuan itu untuk GERD. Itu adalah kondisi yang mana klep lambung lemah, sehingga isi perut akan kembali lagi ke kerongkongan. Untuk mengatasinya yang tepat adalah dengan menjaga gaya hidup. Dengan begitu saat lebaran nanti tidak akan kalap untuk mengkonsumsi aneka sajian lezat yang memicu GERD,” tutup Ari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit pencernaan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top