Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Gunakan HP Rusak Sel Tubuh, Begini Fakta Ilmiahnya

Dalam video tersebut, Komjen Dharma juga mengatakan, bahwa ponsel disebul cellular phone, karena merusak, menghancurkan sel.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  16:35 WIB
Orang tua main ponsel saat mengasuh anak
Orang tua main ponsel saat mengasuh anak

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah video Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun viral di media sosial setelah menyatakan, bahwa penggunaan ponsel memiliki kekuatan magis dan bisa merusak sel tubuh.

Dia menyebut, bahwa dalam ponsel terdapat gelombang yang mempunyai kekuatan magis dan hipnotis, yang membuat pengguna tak bisa melepaskan ponsel.

“Bapak bayangkan kalau sudah menggunakan gelombang. Jadi, di dalam tubuh kita ini setiap pertambahan hertz akan mempengaruhi karakter manusia," katanya, dikutip dari video YouTube Pendeta Gilbert Lumoindong yang diunggah pada 25 Agustus 2021.

Video tersebut kemudian kembali viral di media sosial seperti Twitter dan Tik Tok.

Dalam video tersebut, Komjen Dharma juga mengatakan, bahwa ponsel disebul cellular phone, karena merusak, menghancurkan sel.

“Kenapa hand phone disebut cellular phone? Karena dia menghancurkan sel. Begitu Bapak touch, sel kita lemah. Makanya, kita gampang sakit, panas, cepat puyeng. Tangan kayak kesemutan, kenapa? Darah jadi kental. Dia berpengaruh langsung pada tubuh," ujarnya.

Lalu seperti apa faktanya?

Menurut studi dalam jurnal International Journal of Advance Research in Computer Science and Management Studies di India pada 2015, pernyataan Komjen Dharma ada benarnya.

Berdasarkan banyak hasil studi, gelombang mikro yang dihasilkan ponsel bisa menyebabkan beragam efek samping seperti kerusakan kromosom, kerusakan DNA, meningkatkan risiko mutasi dan menambah varian kanker, ketika diujikan kepada hewan.

Sejumlah peneliti lainnya juga mengatakann bahwa penggunaan ponsel tidak begitu berpengaruh pada kerusakan genetik, namun bisa meningkatkan efek genototoksik sama seperti yang disebabkan oleh polutan lingkungan lainnya.

Adapun, menurut WHO, ponsel memang bisa mengalirkan gelombang energi ketika menyala, namun energi yang disalurkan ke tubuh manusia bergantung pada jarak ponsel ke tubuh.

Namun, hingga kini belum ada laporan terkait penurunan kesehatan yang disebabkan dari penggunaan ponsel.

WHO menyebut untuk jangka pendek, penggunaan ponsel dalam jarak dekat bisa mengakibatkan kenaikan suhu, karena kulit menyerap energi dari energi yang dikeluarkan ponsel, yang tidak terlalu berpengaruh pada otak dan organ tubuh lainnya.

“Sampai saat ini belum ada studi yang menunjukkan bukti adanya efek merugikan terhadap kesehatan dari terkena paparan gelombang energi ponsel selain peningkatan suhu pada kulit,” tulis WHO dalam sebuah laporan pada 2014.

Sementara itu, untuk jangka panjang, jika dikaitkan dengan tumor otak seperti kabar yang banyak beredar, sejumlah studi yang dilakukan pada hewan menunjukkan tidak ada peningkatan risiko kanker untuk jangka panjang terpapar gelombang energi ponsel.

Selanjutnya, berdasarkan studi International Agency for Research on Cancer (IARC), juga ditemukan bahwa tidak ada peningkatan risiko terkena kanker setelah menggunakan ponsel lebih dari 10 tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

handphone kanker badan siber dan sandi nasional (BSSN)
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top