Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Generasi Milenial Lebih Rentan Alami Hipertensi

Hipertensi tidak hanya menyerang kalangan berusia lanjut tapi juga generasi muda. Selain menghindari pola hidup tidak sehat adalah melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  13:43 WIB
Ilustrasi hipertensi - istimewa
Ilustrasi hipertensi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemantauan rutin dengan mengecek kadar tekanan darah bisa membantu anak muda yang berasal dari generasi milenial mencegah terjadinya penyakit hipertensi.

Pasalnya, pada era modern, anak muda dari generasi milenial lebih rentan terkena hipertensi, karena semakin berkembangnya gaya hidup yang tidak sehat.

“Kita harus menumbuhkan kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan, melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin dan mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup seperti rajin berolahraga juga membatasi asupan garam,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Universitas Padjadjaran Badai Bhatara dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Dia menyebut, hipertensi atau umum dikenal sebagai penyakit darah tinggi memiliki risiko meningkatkan penyakit komplikasi seperti jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.

Maka, pemantauan tekanan darah dari muda perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyakit darah tinggi.

Dukungan untuk generasi muda menjalankan pemantauan tekanan darah dengan rutin juga datang dari Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Esti Nurjadin.

Dia menegaskan, bahwa hipertensi tidak hanya menyerang kalangan berusia lanjut tapi juga generasi muda.

“Paling utama selain menghindari pola hidup tidak sehat adalah kita harus melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin sehingga bisa mencegah atau setidaknya mengendalikan hipertensi,” kata Esti.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikerjakan oleh Kementerian Kesehatan pada 2018 didapatkan kenaikan prevalensi atau jumlah kasus hipertensi mencapai 7,3 persen pada kelompok usia muda yang diukur mulai dari usia 18-39 tahun.

Sementara, untuk jumlah prevalensi pre-hipertensi di kelompok tersebut tercatat memiliki nilai yang lebih tinggi lagi mencapai 23,4 persen.

YJI mengemukakan, naiknya angka potensi generasi muda terkena hipertensi terjadi karena berkembangnya pola hidup yang tidak sehat, stres, hingga kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari- hari.

Hipertensi perlu diawasi karena dapat memicu penyakit komplikasi lainnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, hingga penyakit gagal ginjal.

Hipertensi menjadi salah satu komorbid yang paling banyak ditemukan di masa pandemi Covid-19.

Satgas Covid-19 mencatat hingga awal Juni 2021 ada 50 persen pasien Covid-19 memiliki hipertensi, diikuti 36,6 persen memiliki komorbid diabetes melitus,dan 17,4 memiliki penyakit jantung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi generasi milenial

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top