Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Disadari, 10 Kebiasaan Ini dapat Merusak Kesehatan dan Picu Penyakit

Penelitian menunjukkan kebanyakan orang berpikir media sosial akan membantu mereka merasa lebih baik—sehingga mereka terus mencari lebih banyak lagi. Namun, pada kenyataannya, para peneliti menemukan waktu yang dihabiskan di media sosial menurunkan suasana hati orang.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 26 Juli 2021  |  17:37 WIB
Media sosial - istimewa
Media sosial - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ada banyak kebiasaan yang tanpa Anda sadari secara perlahan menyabotase tubuh Anda.

Beberapa kebiasaan ini mungkin sulit untuk dikenali, terutama jika itu adalah bagian dari rutinitas normal Anda.

Mungkin, Anda tidak langsung melihat efek berbahaya apapun, tetapi seiring waktu efek tersebut dapat berdampak serius pada hubungan, kesehatan fisik dan psikologis Anda.
 
Berikut 10 kebiasaan yang mungkin tanpa Anda sadari, sering Anda lakukan bisa merusak kesehatan, seperti dilansir dari Very Well Health, Senin (26/7/2021).
 
1. Mengulangi Peristiwa yang Membuat Stres

Memikirkan peristiwa yang membuat stres dari masa lalu Anda, apakah itu lima tahun yang lalu atau lima menit yang lalu, tidak baik untuk kesejahteraan psikologis Anda.
 
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Behavior Research and Therapy menemukan bahwa merenungkan (secara kompulsif berfokus pada kesusahan seseorang daripada mencari solusi) menyebabkan peningkatan gejala depresi. Semakin banyak orang memikirkan peristiwa yang membuat stres, semakin besar kemungkinan mereka menjadi depresi. Para peneliti menemukan bahwa mengurangi perenungan membantu meringankan suasana hati yang tertekan.
 
Sadarilah berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk memikirkan peristiwa-peristiwa yang membuat stres dalam hidup Anda. Daripada mengulangi hal-hal yang tidak dapat Anda ubah, berkomitmenlah untuk menggunakan energi Anda untuk tujuan yang lebih berharga—seperti merencanakan masa depan atau menikmati saat ini.
 
2. Melampiaskan ke Teman Anda

Anda mungkin berpikir bahwa menelepon teman untuk mengeluh tentang hari buruk Anda membantu melepaskan emosi negatif yang terpendam. Tetapi alih-alih melepaskan perasaan buruk, penelitian menunjukkan bahwa melampiaskan emosi lebih cenderung memperkuat emosi negatif Anda.
 
Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology menemukan hubungan antara co-rumination (perilaku di mana hubungan teman sebaya berfokus pada percakapan berorientasi negatif) dan depresi. Anak-anak yang cenderung mengulangi masalah mereka dengan teman sebaya lebih mungkin didiagnosis dengan depresi.
 
Tentu saja, ventilasi tidak hanya buruk bagi anak-anak. Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Hormones and Behavior menemukan bahwa membicarakan masalah dengan teman meningkatkan kadar hormon stres pada wanita.
 
Jadi, meskipun Anda mungkin berpikir bahwa membicarakan masalah Anda dengan teman mengurangi stres, mengulangi kesulitan Anda sebenarnya dapat meningkatkan emosi negatif Anda dan membuat Anda terjebak dalam suasana hati yang buruk.
 
3. Mengkritik Diri Sendiri

Menyalahkan diri sendiri dan merendahkan diri sendiri buruk bagi kesehatan mental Anda. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa kritik diri yang keras meningkatkan gejala depresi
 
Self-compassion, di sisi lain, telah dikaitkan dengan kesehatan dan ketahanan psikologis yang lebih besar.
 
Mengubah cara berpikir Anda dapat membantu Anda merasa lebih baik. Ini adalah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan, tetapi dengan upaya bersama, Anda dapat belajar mengembangkan dialog batin yang lebih baik.
 
4. Menghabiskan Waktu Anda di Media Sosial

Baik Anda menelusuri Facebook atau menikmati menjelajah Pinterest, menghabiskan waktu di media sosial dapat merusak kesehatan mental Anda.
 
Ironisnya, penelitian menemukan bahwa media sosial—sebuah platform yang dimaksudkan untuk menyatukan orang-orang—menyebabkan perasaan terisolasi. Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di situs media sosial, semakin mereka merasa terisolasi. Dan isolasi sosial berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik Anda.
 
Baik itu foto liburan atau foto mobil baru, melihat postingan media sosial orang lain juga dapat membuat Anda menyimpulkan bahwa hidup Anda tidak sesuai dengan kehidupan teman-teman Anda. Dan penelitian menunjukkan iri pada teman Anda di media sosial dapat meningkatkan risiko depresi
 
Selain itu, penelitian menunjukkan kebanyakan orang berpikir media sosial akan membantu mereka merasa lebih baik—sehingga mereka terus mencari lebih banyak lagi. Namun, pada kenyataannya, para peneliti menemukan waktu yang dihabiskan di media sosial menurunkan suasana hati orang.
 
Alih-alih menghabiskan berjam-jam menelusuri media sosial, Anda lebih baik menginvestasikan waktu dan energi Anda ke dalam interaksi langsung. Makan siang bersama teman, menelepon seseorang, atau menjadwalkan makan malam bersama keluarga besar Anda. Interaksi sosial kehidupan nyata dapat sangat meningkatkan kesejahteraan Anda.
 
5.  Begadang

Anda mungkin berpikir menunda waktu tidur selama 30 menit lagi akan membantu Anda menyelesaikan beberapa tugas lagi sebelum tidur. Dan mungkin Anda berpikir Anda masih akan cukup istirahat karena Anda akan tidur lebih lambat besok.
 
Tetapi penelitian menunjukkan bahwa kapan Anda tidur mungkin sama pentingnya dengan seberapa banyak Anda tidur. Begadang dan tidur larut malam dapat meningkatkan kemungkinan Anda membuat keputusan kesehatan yang buruk sepanjang hari.
 
Membiasakan diri pergi tidur pada jam yang wajar dan bangun lebih awal mungkin sulit untuk pada awalnya jika Anda suka tidur di malam hari. Namun seiring waktu, Anda akan menyesuaikan diri dengan jadwal baru Anda dan itu bisa membantu Anda membuat keputusan yang lebih sehat untuk diri sendiri sepanjang hari.
 
6. Menghabiskan uang

Sementara pembelian impulsif di toko kelontong atau belanja online mungkin membuat Anda merasa lebih baik untuk sesaat, pengeluaran anggaran Anda mungkin memiliki efek berbahaya dalam jangka panjang. Dan efeknya dapat meluas melampaui batas rekening bank Anda.
 
Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menemukan korelasi antara penyakit mental dan masalah keuangan. Para peneliti menyimpulkan kemungkinan memiliki masalah kesehatan mental tiga kali lebih tinggi di antara orang-orang yang memiliki utang.
 
Bahkan ada hubungan yang lebih tinggi antara bunuh diri dan utang. Orang yang menyelesaikan bunuh diri delapan kali lebih mungkin berhutang.
 
Tentu saja, studi korelasional tidak membuktikan sebab-akibat. Apakah hutang berkontribusi pada penyakit mental? Atau apakah penyakit mental berkontribusi pada hutang? Tidak ada yang tahu pasti. Namun yang pasti, utang bisa memicu tingkat stres yang tinggi. Dan terlalu banyak stres dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda.
 
Jadi kendalikan keuangan Anda dengan membuat anggaran. Mengatur keuangan Anda—dan membelanjakan dalam batas Anda—dapat berdampak positif pada kepuasan hidup Anda secara keseluruhan.
 
7.  Menonton televisi

Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry menemukan bahwa menonton televisi dalam jangka waktu yang lama dan aktivitas fisik yang rendah di awal masa dewasa dikaitkan dengan fungsi eksekutif paruh baya yang lebih buruk dan kecepatan pemrosesan di usia paruh baya.
 
Para peneliti menemukan bahwa orang yang rata-rata menonton TV lebih dari 3 jam per hari selama 25 tahun memiliki kinerja yang buruk pada tes kognitif dibandingkan dengan orang yang menonton TV lebih sedikit.
 
Mengganti waktu menonton TV dengan aktivitas fisik bisa menjadi kunci kesehatan otak. Jadi, daripada menjatuhkan diri di sofa setelah seharian bekerja keras di kantor, berjalan-jalanlah atau pergi ke gym. Ini akan baik untuk tubuh Anda dan juga otak Anda.
 
8. Makan Saat Anda Tidak Lapar

Ada banyak alasan Anda mungkin meraih camilan atau menyajikan sendiri porsi kedua saat Anda tidak benar-benar lapar. Makan emosional, makan malam hari, atau berlebihan di acara sosial hanyalah beberapa alasan Anda mungkin makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan.
 
Mengkonsumsi kalori ekstra dapat menyebabkan Anda menjadi kelebihan berat badan. Dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, osteoarthritis, apnea tidur, beberapa jenis kanker, dan penyakit ginjal.
 
Untuk menjaga berat badan yang sehat, penting untuk menggunakan makanan sebagai bahan bakar tubuh Anda, daripada menggunakannya sebagai bentuk hiburan atau pengurangan stres. Perhatikan saat-saat ketika makan tidak berasal dari kelaparan biologis.
 
Cobalah berjalan-jalan, melakukan aktivitas santai, atau bermeditasi sebagai cara untuk mengatasi perasaan tidak nyaman atau sebagai cara untuk menenangkan tubuh Anda. Mengurangi asupan kalori dapat membantu Anda hidup lebih lama dan lebih sehat.
 
9. Terlalu Banyak Duduk

Jika Anda bekerja di lingkungan kantor, ada kemungkinan Anda menghabiskan banyak waktu untuk duduk. Dan duduk untuk waktu yang lama bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.
 
Perilaku menetap telah dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan fisik seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
 
Menghabiskan terlalu banyak waktu di kursi kantor juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental Anda. Studi menunjukkan orang yang terlalu banyak duduk berisiko lebih tinggi mengalami depresi.
 
Melakukan setidaknya satu jam aktivitas berat setiap hari dapat membantu melawan efek terlalu banyak duduk. Cobalah bergerak selama beberapa menit setiap setengah jam untuk menjaga tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi yang lebih baik.
 
10.   Mengabaikan Kesehatan Kulit

Sangat penting bagi Anda untuk menerapkan SPF setiap hari, karena memakai tabir surya bahkan pada hari berawan dapat mengurangi risiko terkena kanker kulit (termasuk melanoma) sebesar 40 hingga 50 persen.
 
Juga pastikan untuk menghindari tanning bed. Pada tahun 2014, Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS memberi label perangkat penyamakan ultraviolet sebagai risiko sedang hingga tinggi, dan penggunaannya dikaitkan dengan peningkatan risiko yang signifikan untuk mengembangkan kanker sel skuamosa, kanker sel basal, dan melanoma. Seperti banyak penelitian lain, sebuah penelitian yang dilakukan di University of Southern California antara 2014 dan 2015 menemukan peningkatan insiden melanoma dengan penggunaan penyamakan dalam ruangan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan kebiasaan merusak ginjal
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top