Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Pernah Lakukan Hal Ini Jika Tidak Ingin Kena Stroke di Usia Muda

Meningkatkan aktivitas fisik hanyalah salah satu komponen penting dari pengurangan risiko stroke, bersama dengan diet bergizi, berhenti merokok, mendiagnosis serta mengobati kondisi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 25 Agustus 2021  |  13:04 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak orang untuk membatasi diri rutinitas. Aktivitas fisik jadi berkurang yang berpotensi timbulkan masalah sangat serius bagi kesehatan, terutama stroke.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Stroke, orang berusia di bawah 60 tahun yang duduk selama delapan jam atau lebih setiap hari akan berefek buruk. Mereka yang tidak aktif secara fisik rentan terkena stroke.

Dilansir dari eatthis, Rabu (25/8/2021) Dr. Raed Joundi dari University of Calgary mengatakan penting untuk memahami apakah jumlah waktu diam yang banyak dapat menyebabkan stroke pada orang usia muda.

“Waktu diam tanpa aktivitas adalah durasi aktivitas terjaga yang dilakukan sambil duduk atau berbaring. Waktu tanpa aktivitas secara spesifik ialah aktivitas yang dilakukan saat tidak bekerja atau tidak melakukan apapun, ” katanya.

Waktu terdiam dianggap mengganggu glukosa, metabolisme lipid dan aliran darah yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Perubahan ini dari waktu ke waktu punya efek buruk pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

The American Heart Association merekomendasikan bahwa orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu.

Secara teori, 90% stroke dapat dihindari jika faktornya dihilangkan. Joundi juga menyebutkan jika studi lain telah menemukan bahwa 10 faktor risiko terkait dengan 90% stroke seperti berikut :

1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
2. Diabetes
3. Fibrilasi atrium
4. Kolesterol Tinggi
5. Konsumsi alkohol/merokok berlebihan
6. Tidak banyak bergerak
7. Kegemukan
8. Diet yang buruk
9. Sindrom metabolik
10. Peradangan

"Meningkatkan aktivitas fisik hanyalah salah satu komponen penting dari pengurangan risiko stroke, bersama dengan diet bergizi, berhenti merokok, mendiagnosis serta mengobati kondisi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes," kata Joundi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke pemuda
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top