Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingat, Hilang Ingatan Bukan Hanya Pertanda Alzheimer

Alzheimer adalah jenis demensia paling umum dan memiliki tahapan. Pada awalnya, penderita hanya mengalami sedikit kehilangan ingatan dan kebingungan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 22 September 2021  |  17:04 WIB
Ingat, Hilang Ingatan Bukan Hanya Pertanda Alzheimer
Ilustrasi - meioambienterio.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kehilangan ingatan paling sering dikaitkan dengan risiko penuaan atau lanjut usia. Namun, saat ini semakin banyak orang muda atau remaja mengalami kesulitan mengingat sesuatu. Apakah itu termasuk pertanda Alzheimer?

Menurut dokter, banyak faktor yang menyebabkan remaja cenderung melupakan banyak hal. Faktor tersebut antara lain kurang tidur, terlalu banyak bermain handphone atau perangkat lain, asupan makanan yang tidak menentu, dan gaya hidup yang penuh tekanan.

Meskipun ini bukan tanda Alzheimer, Dr Prem Naganath Narsimhan dari Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Jaslok mengatakan cara hidup seperti itu apabila dilakukan untuk waktu yang lama dapat menyebabkan peningkatan risiko pelupa di kemudian hari.

“Memodifikasi gaya hidup, kebersihan tidur yang baik, diet seimbang, dan olahraga dapat mencegah peningkatan risiko pelupa,” katanya seperti dilansir dari Bangalore Mirror pada Rabu (22/9/2021).

Menurut Konsultan Senior dan Kepala Layanan Neurologi Dr AK Sahani, hilang ingatan atau kelupaan bukanlah satu-satunya gejala dari penyakit Alzheimer.

“Ada tanda dan gejala lain, dan ketika terjadi bersamaan, barulah diagnosis Alzheimer dibuat,” jelasnya.

Penyakit Alzheimer sendiri merupakan gangguan otak yang menyebabkan hilangnya ingatan, kebingungan, dan perubahan kepribadian, serta membatasi kapasitas individu untuk bertindak secara mandiri.

Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum dan memiliki tahapan yang berbeda. Pada awalnya, penderita hanya mengalami sedikit kehilangan ingatan dan kebingungan. Sementara pada tahap akhir, Alzheimer dapat membuat seseorang tidak dapat berbicara dengan anggota keluarga dan tidak mengenali orang yang mereka sayang.

Sahani menjelaskan bahwa kelupaan karena penuaan normal akan menyebabkan seseorang membuat keputusan yang buruk pada waktu-waktu tertentu.

Di sisi lain, sambung Sahani, penyakit Alzheimer akan menyebabkan penilaian dan pengambilan keputusan yang buruk cukup sering.

“Misalnya, meskipun Anda mungkin melewatkan pembayaran bulanan sebagai orang yang pelupa, Anda cenderung melupakan tagihan untuk jangka waktu yang lebih lama jika terkena Alzheimer,” paparnya.

Alzheimer biasanya muncul setelah dekade keenam kehidupan, tetapi dalam sejumlah kecil kasus, itu bisa dimulai sejak dekade ketiga-keempat.

“Masalah emosional dan kondisi kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, atau depresi, juga dapat menyebabkan pelupa yang dapat disalah artikan sebagai demensia,” kata Konsultan Senior, Dr Amit Srivastava.

Buruknya, di masa pandemi Covid-19, penelitian telah menunjukkan bahwa Covid-19 juga dapat menyebabkan gangguan kognitif sama seperti Alzheimer.

Beberapa kondisi medis juga dapat mempengaruhi fungsi otak, seperti gangguan ginjal, hati, konsumsi alkohol yang berlebihan, infeksi atau tumor di otak atau pembekuan darah, cedera kepala, efek samping pengobatan, serta kekurangan vitamin dan mineral.

Untuk itu, terutama di masa pandemi Covid-19, dokter menganjurkan agar setiap individu mengonsumsi makan makanan yang sehat, rutin berolahraga, tidur teratur, bersosialisasi, serta mengurangi stres agar dapat membantu seseorang mencegah kondisi kelupaan dini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alzheimer pikun
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top