Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wanita Menopause Berisiko Lebih Tinggi Terkena Penyakit Jantung

Setiap wanita disarankan untuk melakukan olahraga, berhenti merokok, dan mengontrol tekanan darah untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 September 2021  |  18:20 WIB
Ilustrasi menopause pada perempuan dan cara mengatasinya
Ilustrasi menopause pada perempuan dan cara mengatasinya

Bisnis.com, JAKARTA – Fase alami dalam siklus hidup wanita adalah menopause dan fase ini menandai berakhirnya siklus menstruasi wanita.

Sama seperti tubuh mengalami perubahan tertentu ketika seseorang mencapai pubertas, perubahan hormonal juga terjadi selama menopause.

Para ahli medis mengatakan, selama menopause, penurunan kadar estrogen yang signifikan dapat meningkatkan risiko kondisi jantung dan tekanan darah tinggi.

“Salah satu faktor biologis yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung adalah menopause pada wanita. Risiko ini lebih menonjol pada wanita yang mengalami kegagalan ovarium prematur atau pada wanita yang harus mengangkat indung telur mereka sebelum usia 50 tahun,” kata Dr. Sarika Gupta, Konsultan Senior, Onkologi dan Ginekologi Robotik di Rumah Sakit Indraprastha Apollo, New Delhi.

Dr. Gupta menjelaskan bahwa estrogen alami yang disekresikan oleh ovarium fungsional memiliki efek kardioprotektif terhadap aterosklerosis dan iskemia. Dan karenanya, lanjut Dr. Gupta, risiko hipertensi dan penyakit arteri koroner meningkat setelah penghentian siklus menstruasi atau menopause.

Lalu, apa yang terjadi selama menopause?

Ketika kadar estrogen berkurang, jantung dan pembuluh darah mengalami kekakuan dan kehilangan elastisitas. Hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Tubuh cenderung lebih resisten terhadap insulin, sehingga membuat wanita rentan terhadap kondisi pradiabetes.

Dr. Gupta menyarankan untuk melakukan terapi penggantian hormon (HRT) untuk wanita yang kehilangan fungsi ovariumnya sebelum 50 tahun atau wanita yang memiliki gejala menopause yang parah. Namun, terapi ini tidak disarankan untuk pencegahan utama penyakit jantung setelah 60 tahun.

Dilansir dari Femina, Kamis (30/9/2021), setiap wanita harus menjaga diri untuk mencegah terjadinya menopause dini. Dimulai dari menjaga kebiasaan hidup sehat, mengonsumsi makanan kaya nutrisi, dan aktivitas fisik secara teratur.

“Setelah menopause, wanita harus lebih berhati-hati dalam memilih. Menjaga berat badan yang sehat dan melakukan olahraga aerobik, berhenti merokok, pemeriksaan kesehatan secara teratur, mengontrol tekanan darah, diabetes dan kolesterol harus mengurangi risiko penyakit jantung pada wanita yang mengalami menopause,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wanita tekanan darah tips sehat menopause
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top