Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Komplikasi Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Apabila dibiarkan dan tidak dikelola, diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius lainnya. Bahkan, komplikasi diabetes dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 02 Desember 2021  |  12:54 WIB
Ilustrasi pasien mengecek gejala diabetes - Freepik
Ilustrasi pasien mengecek gejala diabetes - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Diabetes adalah kondisi serius yang dapat memengaruhi hampir semua organ tubuh Anda mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Meski begitu, banyak yang tidak menganggap serius masalah ini.

Siapa saja yang memiliki diabetes diharuskan disiplin menjaga dan memantau gula darahnya dengan makan makanan sehat, mengikuti gaya hidup sehat dan minum obat tepat waktu. Apabila dibiarkan dan tidak dikelola, diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius lainnya. Bahkan, komplikasi diabetes dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa.

Lantas apa saja komplikasi yang berhubungan dengan diabetes?

1. Hipoglikemia

Melansir Times of India, Kamis (2/12/2021), hipoglikemia, atau penurunan kadar gula darah di bawah tanda normal adalah kondisi dimana kadar glukosa turun menjadi 70 mg/dL atau kurang. Kondisi ini dapat menyebabkan serangkaian gejala seperti pusing dan penyakit akut.

Penyebab paling umum dari hipoglikemia adalah asupan obat insulin berlebih atau konsumsi karbohidrat yang lebih sedikit dalam sehari. Kedua hal ini dapat membawa kadar glukosa ke tingkat yang berbahaya. Apabila dibiarkan tanpa pengawasan, Anda bisa jadi mengalami koma. Untuk mencegah kondisi ini, pastikan makan karbohidrat dalam jumlah yang cukup dalam sehari dan minum obat sesuai resep dokter.

2. Hiperglikemia

Hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi adalah kondisi dimana kadar glukosa dalam darah meningkat ke tingkat yang berbahaya. Ini mungkin disebabkan oleh kurangnya insulin.

Tingkat gula darah yang naik di atas 180 hingga 200 mg/dL dapat menyebabkan gejala seperti muntah, rasa lapar dan haus yang berlebihan, detak jantung yang cepat, masalah penglihatan, dan lainnya. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Anda mungkin akan mendapatkan obat yang dapat membantu mengembalikan kadar glukosa menjadi normal.

3. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika tubuh mulai memecah lemak dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya. Ini akhirnya akan memengaruhi tingkat insulin dalam tubuh dan turun.

Dalam kasus seperti itu, tubuh mulai memecah lemak untuk menghasilkan energi. Selama proses tersebut, keton diproduksi sehingga menyebabkan darah menjadi asam. Untuk menghilangkan keton (produk limbah), tubuh mulai memproduksi lebih banyak urin sehingga membuat Anda sering ke kamar kecil.

Tubuh kemudian tidak bisa mendapatkan keton ke tingkat yang dapat diatur dan mereka mulai menumpuk di dalam darah, yang menyebabkan ketoasidosis. Kondisi ini membutuhkan perhatian medis segera dan gejalanya meliputi sesak napas atau napas berat, mulut sangat kering, mual dan muntah.

4. Keadaan hiperglikemik hiperosmolar

Meskipun kondisi ini jarang terjadi, tetapi sebagian besar memengaruhi orang dewasa yang lebih tua atau orang dengan penyakit atau infeksi yang hidup berdampingan.

Dalam kondisi ini, kadar gula darah menjadi terlalu tinggi namun tidak ada keton. Gejalanya mungkin termasuk kehilangan penglihatan, halusinasi, lemah di satu sisi tubuh dan kebingungan dan rasa haus yang ekstrem. Salah satu cara untuk menghindari kondisi ini adalah dengan terus memantau gula darah dari waktu ke waktu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top