Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemeriksaan Leptin dalam Pengelolaan Obesitas

Tingginya jumlah penduduk dengan obesitas serta kebutuhan akan pemeriksaan Leptin di kalangan peneliti maupun klinisi mendorong PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), meluncurkan pemeriksaan  Leptin untuk membantu para dokter mengelola dan mengevaluasi pasien obesitas.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  09:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Obesitas merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dalam pemantauan status gizi (PSG) pada tahun 2017, menunjukkan bahwa 25,8% penduduk dewasa Indonesia tergolong ke dalam kategori obesitas. Sebanyak 11,4% laki-laki perkotaan, dan 29,7% perempuan perkotaan tergolong obesitas. Adapun Jakarta, Aceh, Jawa Timur, dan Riau menjadi penyumbang data yang besar. Badan Pusat Statistik juga mencatatkan pada tahun 2018 prevalensi obesitas penduduk umur 18 tahun keatas, berdasarkan jenis kelaminnya, sebanyak 14.5% laki-laki dan 29,3% perempuan mengalami obesitas. 

Tingginya jumlah penduduk dengan obesitas serta kebutuhan akan pemeriksaan Leptin di kalangan peneliti maupun klinisi mendorong PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), meluncurkan pemeriksaan  Leptin untuk membantu para dokter mengelola dan mengevaluasi pasien obesitas. Pemeriksaan Leptin di Prodia dilakukan dengan menggunakan metode Enzym-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan instrumen EUROIMMUN ANALYZER I dengan reagen yang telah terstandarisasi. 

Leptin adalah hormon yang membantu mengatur nafsu makan dengan memberi sinyal rasa kenyang. Fungsi utama Leptin adalah mengurangi nafsu makan yang bekerja pada reseptor di hipotalamus, menghambat kerja Neuropeptide Y (stimulan nafsu makan yang sangat berperngaruh), menghambat efek Anandamide (suatu stimulan nafsu makan) serta merangsang sintesa dari α-MSH (melanocyte-stimulating hormone) yang berfungsi mengurangi dorongan untuk mengonsumsi makanan serta memungkinkan tubuh mengeluarkan energi melalui aktivitas saraf simpatis. 

Konsentrasi Leptin rendah atau defisiensi telah diketahui berhubungan dengan kondisi obesitas. Sebaliknya, kondisi Leptin tinggi namun tetap disertai obesitas, dapat menjadi penanda adanya resistensi Leptin. Kedua kondisi tersebut memerlukan penanganan yang berbeda. Product Manager Prodia, Trilis Yulianti, PhD mengatakan bahwa “Pemeriksaan Leptin melengkapi pemeriksan Adiponektin yang terlebih dahulu tersedia di Prodia. Pemeriksaan Leptin akan sangat bermanfaat bagi klinisi dan mengevaluasi etiologi dan juga prognosis pasien obesitas” tutur Trilis.  

Obesitas dapat menjadi cikal bakal penyakit seperti jantung koroner, diabetes, stroke, asma, kanker, peradangan kronis pada sendi (osteoarthritis), dan penyakit lainnya, yang tidak boleh diabaikan. Oleh sebab itu, pemeriksaan Leptin ini dianjurkan tidak hanya untuk mengobati tetapi juga untuk pencegahan. 

“Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan Leptin sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan lainnya seperti Adiponektin, gula darah, profil lipid, dan juga evaluasi gaya hidup sehingga dapat memberikan gambaran yang semakin akurat tentang kondisi kesehatan pasien ” tambah Trilis.  Pemeriksaan kadar Leptin dapat dilakukan di seluruh cabang Prodia sejak November 2021. Pelanggan dapat menggunakan aplikasi Prodia Mobile untuk melakukan pemesanan atas pemeriksaan tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan lifestyle prodia
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top