Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Merawat Kesehatan Kulit di Daerah Intim

Salah satu penyebab penyakit kulit adalah Candida Albicans yakni infeksi jamur yang biasa menyerang bagian tubuh seperti kulit, mulut dan organ intim. Apabila terjadi infeksi, kemungkinan dapat menyebar dan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh yangrnmengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  09:39 WIB
Tips Merawat Kesehatan Kulit di Daerah Intim
daerah intim - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA -  Permasalahan kulit dapat terjadi di permukaan kulit mana saja, salah satunya adalah daerah intim.

Kurangnya perhatian untuk menjaga kesehatan kulit dan produksi kelenjar keringat tubuh yang berlebihan menyebabkan bakteri tumbuh subur hingga akhirnya jamur bermunculan pada kulit. Kadar pH yang tidak seimbang pada tubuh menyebabkan rasa tidak nyaman, bau
tidak sedap hingga rasa terbakar. Hal ini juga dapat terjadi di area intim.

Salah satu penyebab penyakit kulit adalah Candida Albicans yakni infeksi jamur yang biasa menyerang bagian tubuh seperti kulit, mulut dan organ intim. Apabila terjadi infeksi, kemungkinan dapat menyebar dan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh yang
mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang.

dr. Ivan Hoesada, M. Biomed (Medical Consultant HDI) mengatakan daerah intim merupakan bagian tubuh yang membutuhkan perawatan khusus tapi sering kali diabaikan karena kurangnya pengetahuan untuk perawatan. Keluhan ini disebut candidiasis atau infeksi jamur (yeast infection) yang banyak dialami oleh mayoritas perempuan dewasa dan remaja. Apabila tidak terkendali perkembangbiakannya, bisa menjadi masalah kesehatan yang besar.

Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihannya adalah dengan membersihkan menggunakan air hangat, mengeringkan dengan handuk, memakai pakaian terutama pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat, menerapkan hidup sehat dan rutin membersihkan dengan menggunakan sabun yang memiliki pH yang menjaga keseimbangan bakteri baik pada area intim dan bebas paraben sekaligus mencegah infeksi saluran kemih.

Banyak anggapan yang beredar tentang menjaga kebersihan daerah intim hanya perlu dilakukan oleh wanita, padahal pria dan remaja juga perlu memperhatikan kesehatan daerah intim. Terdapat pula anggapan mengenai pembersihan daerah intim bisa dilakukan menggunakan sabun biasa.

Perlu diperhatikan bahwa rata-rata sabun mandi tidak memiliki kadar pH yang seimbang untuk merawat area intim. Untuk daerah intim dianjurkan memilih sabun dengan kadar pH yang sesuai dengan daerah intim yaitu antara 3.5 hingga 4.5, agar kadar keasaman dan populasi bakteri baik tetap seimbang untuk kesehatan area intim. 

Dianjurkan untuk memilih sabun yang bukan saja memiliki kadar pH yang sesuai, tetapi juga memiliki beberapa kandungan bahan alami untuk perawatan kulit, seperti Aloe Vera pelembab alami yang telah diuji coba untuk mencegah kekeringan dan ketidaknyamanan  sekaligus menghambat aktivitas mikroba bakteri uropatogenik yang menyebabkan infeksi di area intim.

Ellen Suwardi (Key Leader Sales & Marketing HDI) mengatakan infeksi kulit yang diakibatkan oleh jamur Candida albicans sering tidak dikenali oleh masyarakat, padahal dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang tentunya berbahaya. HDI telah dikenal sebagai perusahaan yang senantiasa berinovasi untuk memberikan solusi untuk perawatan kesehatan.

'Kami memperkenalkan Bee BotanicsTM Propolis Hygiene Wash memiliki kadar pH 3,5- 4,5 mengandung ekstrak bahan alami  seperti Ekstrak Bee Propolis, Aloe Vera Pelembap, Piper Betle, dan Ekstrak Chamomile," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulit jamur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top