Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Fashion hingga Kuliner, Produk UMKM Disabilitas Dipamerkan

24 Komunitas Disabilitas di Kota Semarang. Keterlibatan UMKM Disabilitas dalam pameran tersebut sekaligus bentuk pembuktian bahwa kaum disabilitas juga mampu berkiprah di bidang ekonomi melalui produk-produk UMKM yang berkualitas, seperti Produk Olahan Pangan, Bandeng, Lunpia, Tas, Batik, Craft, dll. Adi optimis produk yang dipamerkan kelima UMKM Disabilitas mampu menarik perhatian pengunjung pameran.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  18:03 WIB
Pameran
Pameran

Bisnis.com, JAKARTA - Produk UMKM karya pengusaha kecil dipamerkan dalam Pasar UMKM Thematic JD.ID Bersama Gerai Kopini di di obyek wisata Sam Poo Koong Semarang, 20-21 Desember 2021.

Tujuan pameran ini, ungkap Marketing Manager Central Java & DIY JD.ID, Adi Setiya Nugroho, selain mengangkat potensi UMKM dan UMKM Disabilitas yang ada di Kota Semarang juga untuk membangun branding JD.ID lebih dekat lagi kepada masyarakat Kota Semarang.

Dalam pameran tersebut, Adi juga menambahkan bahwa JD.ID melibatkan 24 Komunitas Disabilitas di Kota Semarang. Keterlibatan UMKM Disabilitas dalam pameran tersebut sekaligus bentuk pembuktian bahwa kaum disabilitas juga mampu berkiprah di bidang ekonomi melalui produk-produk UMKM yang berkualitas, seperti Produk Olahan Pangan, Bandeng, Lunpia, Tas, Batik, Craft, dll. Adi optimis produk yang dipamerkan kelima UMKM Disabilitas mampu menarik perhatian pengunjung pameran.

Total peserta pameran lebih dari 150 UMKM yang terbagi menjadi 10 cluster UMKM yakni Cluster Olahan Pangan, Cluster Bandeng, Cluster Lumpia, Cluster Batik, Cluster Tas, Cluster Jamu, Cluster Handycratf, Cluster Rajut, Cluster Sulam Pita Serta Koperasi.

“Di pameran ini, produk-produk mereka dikenalkan ke publik, yang nantinya juga bisa diperoleh di platform JD.ID. Seluruh kegiatan pameran dilaksanakan dengan protokol kesehatan dengan pengawasan Satgas COVID-19 Kota Semarang,” tutup Adi

Dalam pameran tersebut, tambah Adi, juga dilaksanakan penandatangan kerjasama antara Forum Gerai Kopimi dengan JD.ID. Kolobarasi ini sangat penting bagi kedua belah pihak, untuk bersama-sama mengangkat potensi UMKM dengan memanfaatkan platform digital.

Keberadaan UMKM Disabilitas dilibatkan dalam pameran, mendapat apresiasi dari Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial, AngkieYudistia. “Kami mengapresiasi kepedulian Wali Kota Semarang untuk member ruang publik sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Nantinya, produk UMKM disabilitas akan kami kurasi dan mentoring,”kata Angkie, yang ikut membuka resmi pameran UMKM Semarang “Pasar UMKM Thematic” bersama Wali Kota Semarang, H. Dr.Hendrar Prihadi, S.E., M.M. Pameran juga dihadiri Kadin Koperasi dan UMKM Kota Semarang, dan Ketua Forum Gerai Kopimi Kota Semarang, Endang Retnawati SE

Dia mengatakan, salah satu hal yang saat ini JD.ID lakukan adalah dengan memotivasi, mempersiapkan (melatih), dan membantu para pelaku UMKM sebagai salah satu aktor penggerak ekonomi, terkhusus UMKM milik komunitas penyandang disabilitas, yang selama ini belum mendapatkan porsi atensi dan kesempatan yang cukup dalam usaha pertumbuhan ekonomi bangsa.

Sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi, JD.ID juga memperkenalkan platform E Commerce dengan penyediaan barang – barang berkualitas (Dijaminori) serta memberikan fasilitas gratis ongkir serta pengiriman cepat untuk membantu masyarakat Semarang dengan lebih ekonomis.

Di tengah situasi pandemi, melihat salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM adalah proses alih masyarakat menuju era digital atau ‘digitalisasi’. Saat ini, kegiatan jual beli tidak terbatas pada aktivitas tatap muka antara pedagang dan pembeli, semua bisa dilakukan secara digital-daring.

“Dengan memiliki keterampilan dalam pemanfaatan perangkat komputer atau telepon genggam yang dilengkapi dengan fasilitas internet, seorang pedagang sudah bisa memasarkan produk-nya,” papar Adi.

Sementara itu, berdasarkan data yang JD.ID peroleh, pada pelaksanaan program kampanye Harjoynas 12.12 tahun ini, JD.ID berhasil meraih rekor dalam hal nilai penjualan dan lalu lintas situs. Jika dibandingkan dengan program kampanye Harjoynas 12.12 pada tahun 2018 hingga 2020, pada tahun ini JD.ID berhasil mencapai angka tertinggi. JD.ID melihat bahwa perolehan pencapaian ini mayoritas didukung oleh kematangan model bisnis retail JD.ID yang telah dipupuk perusahaan sejak awal tahun 2015.

Leo Haryono, Chief Marketing Officer (CMO) JD.ID menjelaskan bahwa, “JD.ID merupakan salah satu pelopor platform retail online di Indonesia. Memulai bisnis retail yang sederhana pada lima tahun silam, saat ini JD.ID telah dipercaya untuk menjadi sarana pemenuh kebutuhan pokok (primer) hingga kebutuhan mewah (tersier) para konsumen. Dari tahun-ke-tahun, kategori unggulan seperti Groceries, Moms & Baby, serta Phones, Tablets & Accessories, yang diperjualbelikan oleh JD.ID dengan model bisnis retail, konsisten menjadi incaran utama para konsumen," ujarnya.

Dia melanjutkan, pada tahun mendatang tiap-tiap lini bisnis mereka mulai dari model retail, social commerce, B2B, online to offline, hingga marketplace, juga akan secara seimbang kami improvisasi, agar JD.ID dapat menjadi platform e-commerce yang serba ada dan serba bisa bagi para konsumen di Indonesia.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran umkm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top