Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : Covid Omicron Tidak Menyebabkan Kerusakan Paru-paru Berat

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan AS dan Jepang dan diterbitkan oleh In Review, mengamati efek omicron pada hamster dan tikus. Para peneliti mengamati "lebih sedikit infeksi" pada sel bronkial hamster jika dibandingkan dengan infeksi yang disebabkan oleh varian delta.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Januari 2022  |  12:00 WIB
Studi : Covid Omicron Tidak Menyebabkan Kerusakan Paru-paru Berat
Ilustrasi hasil tes Covid-19 varian Omicron - The Guardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Sebuah studi baru yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa varian omicron COVID-19 memiliki dampak yang lebih kecil pada paru-paru jika dibandingkan dengan jenis sebelumnya.

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan AS dan Jepang dan diterbitkan oleh In Review, mengamati efek omicron pada hamster dan tikus. Para peneliti mengamati "lebih sedikit infeksi" pada sel bronkial hamster jika dibandingkan dengan infeksi yang disebabkan oleh varian delta.

Mereka juga menemukan jumlah virus yang lebih kecil di hidung lebih dari 100 tikus yang terlibat dalam penelitian. Para peneliti mencatat bahwa jumlah virus yang lebih rendah "tidak terduga" mengingat tingkat mutasi yang tinggi yang dimiliki omicron dibandingkan dengan jenis sebelumnya.

"Selain itu, pelemahan pada hamster juga mengejutkan, mengingat semua varian SARS-CoV-2 sebelumnya telah bereplikasi relatif setara dan ke tingkat tinggi pada hewan ini," tulis para peneliti.

Terlepas dari hasil yang tidak terduga, para peneliti mengakui bahwa temuan mereka tampaknya sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa omicron, meski secara signifikan lebih menular, menghasilkan penyakit yang lebih ringan.

Melansir the Hill, para peneliti mengakui bahwa hasil penelitian terbatas karena penggunaan hamster dan tikus dan lebih banyak data akan diperlukan untuk menguatkan data.

Studi awal tentang varian omicron keluar bulan ini, dengan banyak yang menyarankan bahwa jenis baru menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada gelombang sebelumnya.

Namun, para peneliti telah mencatat bahwa hasil ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingkat kekebalan yang relatif tinggi yang diperoleh banyak orang baik melalui vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top