Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Israel Laporkan Kasus Pertama Peradangan Jantung Akibat Omicron

Dokter di Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer mengatakan bahwa seorang pria berusia 43 tahun di rawat di rumah sakit di bangsal virus corona dan dirawat karena miokarditis, peradangan yang terjadi pada otot jantung setelah terinfeksi omicron.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  09:15 WIB
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah rumah sakit di Israel pmelaporkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus peradangan jantung yang terkait dengan infeksi varian Omicron, dimana ini merupakan kasus pertama di negara tersebut.

Dokter di Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer mengatakan bahwa seorang pria berusia 43 tahun di rawat di rumah sakit di bangsal virus corona dan dirawat karena miokarditis, peradangan yang terjadi pada otot jantung.

“Ini adalah pertama kalinya kami melihat ini [miokarditis] dengan Omicron,” kata Shlomi Matetzky seorang ahli jantung di rumah sakit, melansir Times of Israel, Selasa (11/1/2021).

“Kami terus mengawasi pasien yang saat ini dalam perawatan intensif,” tambahnya.

Varian virus sebelumnya telah diketahui dapat menyebabkan miokarditis dan perikarditis -- radang selaput di sekitar jantung. Dalam kasus yang sangat jarang, ada juga kasus penyakit yang disebabkan oleh vaksin, yang menggunakan teknologi mRNA, terutama pada pria yang lebih muda.

Berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, pria itu terakhir kali menerima vaksin pada bulan Agustus, saat dia mendapatkan suntikan booster. Kondisinya sehat tanpa ada penyakit ringan ataupun penyakit bawaan.

Israel saat ini sedang menghadapi lonjakan besar infeksi yang disebabkan oleh Omicron, dengan pejabat kesehatan berharap itu [infeksi Omicron] akan terbukti lebih ringan dan menyebabkan lebih sedikit rawat inap daripada gelombang sebelumnya.

Menurut angka Kementerian Kesehatan yang dirilis pada Minggu (9/1) jumlah pasien Covid-19 yang terdaftar sebagai sakit parah naik menjadi 206, menunjukkan kasus di negara tersebut terus meningkat.

Sementara itu, penghitungan harian pada Sabtu (8/1) menunjukkan sedikit penurunan, yakni 17.521 kasus baru dari rekor hari Jumat (7/1) 18.831 kasus baru. Umumnya, jumlah kasus menurun selama akhir pekan karena ‘keanehan dalam pengujian’.

Dengan kasus baru, setidaknya ada 115.010 pasien aktif di negara itu.

Di sisi lain, untuk menghadapi gelombang Omicron yang menyebar lebih cepat dan varian Delta yang berbahaya, Israel pada pekan lalu mulai mendistribusikan vaksin booster keempat kepada penduduk lansia dan petugas kesehatannya, menjadikan mereka sebagai negara pertama yang melakukan booster keempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top