Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi: Ganja dapat Menyebabkan Gangguan Kognitif yang Persisten

Studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Addiction ini menemukan bahwa keracunan ganja menyebabkan gangguan kognitif kecil hingga sedang di berbagai bidang
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  18:25 WIB
Tanaman ganja atau mariyuana - Bloomberg/Chris Roussakis
Tanaman ganja atau mariyuana - Bloomberg/Chris Roussakis

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa penggunaan ganja dapat menyebabkan gangguan kognitif akut yang dapat berlanjut setelah periode keracunan.

Meta-review yang dipimpin oleh Kanada ini menggabungkan temuan dari 10 meta-analisis yang mewakili lebih dari 43.000 peserta.

Studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Addiction ini menemukan bahwa keracunan ganja menyebabkan gangguan kognitif kecil hingga sedang di berbagai bidang, termasuk:

· Membuat keputusan

· Membaca dan mendengarkan

· Kemampuan untuk mengingat apa yang dibaca atau didengar, serta

· Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas

“Studi kami memungkinkan kami untuk menyoroti beberapa area kognisi yang terganggu oleh penggunaan ganja, termasuk masalah konsentrasi dan kesulitan mengingat dan belajar, yang mungkin berdampak besar pada kehidupan sehari-hari pengguna,” kata penulis studi Alexandre Dumais Associate Clinical Profesor Psikiatri di Universite de Montreal, melansir Neuroscience News, Jumat (21/1/2022).

Lebih lanjut dia menuturkan, penggunaan ganja di usia muda dapat berakibat pada menurunnya pencapaian pendidikan, sedangkan pada orang dewasa, kinerja kerja menjadi memburuk dan dapat membahayakan nyawa bila mereka sedang berkendara.

“Konsekuensi ini mungkin lebih buruk pada pengguna regular dan berat,” ungkap Dumais.

Ganja merupakan salah satu zat psikoaktif yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Hingga saat ini, beberapa negara termasuk Indonesia sedang mempertimbangkan penggunaan ganja sebagai pengobatan, dengan melakukan penelitian dan uji klinis.

Hal ini dilakukan untuk memahami risiko kognitif yang terjadi saat seseorang menggunakan ganja, terutama pada orang muda yang otaknya sedang dalam fase perkembangan yang signifikan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganja medis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top