Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah PCR Tidak dapat Mendeteksi Omicron? Begini Penjelasan Ahli Patologi Klinik

Meskipun test PCR biasa hanya sebatas mendeteksi virus Covid, dr Tonang menegaskan bahwa bagi pasien maupun masyarakat sebetulnya tidak terlalu penting untuk mengetahui varian apa yang menginfeksi dirinya. Menurutnya, semua tetap Covid, cara mencegah dan terapinya pun juga sama.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  16:59 WIB
Benarkah PCR Tidak dapat Mendeteksi Omicron? Begini Penjelasan Ahli Patologi Klinik
Tenaga kesehatan melakukan tes PCR kepada calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli Patologi Klinik Tonang Dwi Ardyanto menegaskan test PCR (polymerase chain reaction) hingga saat ini dapat mendeteksi semua virus Covid, apapun variannya. Pernyataan ini datang setelah ada anggapan bahwa PCR tidak dapat mendeteksi Omicron karena memiliki lebih dari 30 mutasi.

"Yang 30 itu titik mutasi, bukan jumlah gen yang menjadi target PCR. Sampai saat ini, PCR dapat mendeteksi semua Covid, apapun variannya. Untuk pencegahan dan tata laksana klinis, tidak harus tahu apa variannya. Identifikasi varian lebih untuk keperluan epidemiologi dan kebijakan kesehatan," ungkap dosen dari Universitas Sebelas Maret, Solo, dikutip dari akun Facebooknya, Rabu (9/2/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, PCR menggunakan minimal dua target gen untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2. Jika ditemukan minimal dua target gen, maka akan dinyatakan terdeteksi SARS-CoV-2. Sehingga menurutnya ada perbedaan antara titik mutasi dengan target gen untuk PCR.

Kemudian, untuk varian Omicron,Tonang menjelaskan bahwa varian tersebut memiliki ciri khusus pada bagian S.

"Ada pola umum mutasi Omicron, tapi ada 3 sub omicron. Pembedanya pada mutasi delesi His6_Val70del (delesi asam amino urutan ke 69-70). Delesi itu artinya "terhapus atau hilang". Bila dideteksi dengan PCR menargetkan S, maka tidak akan terdeteksi karena sudah ada delesi tersebut." katanya, menambahkan bahwa saat Omicron mulai menyebar, dilakukan strategi PCR SGTF (S gen target failure).

"Jika pada PCR biasa dapat terdeteksi target N dan Orf1ab, berarti kita katakan "positif covid". Tapi kita belum tahu, apakah itu Omicron atau varian lain," jelasnya.

Untuk mengidentifikasi varian, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu dengan melakukan WGS (whole genome sequencing).

Meskipun test PCR biasa hanya sebatas mendeteksi virus Covid, dr Tonang menegaskan bahwa bagi pasien maupun masyarakat sebetulnya tidak terlalu penting untuk mengetahui varian apa yang menginfeksi dirinya. Menurutnya, semua tetap Covid, cara mencegah dan terapinya pun juga sama.

"Soal identifikasi varian itu untuk kepentingan epidemiologis, untuk kebijakan dan tindak lanjut oleh pemerintah," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Tes PCR
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top