Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ratu Elizabeth Positif, Ini Bahaya Virus Covid-19 untuk Lansia

Ratu Elizabeth dikabarkan positif Covid-19. Simak bahaya virus Covid-19 untuk kaum lansia dan warga yang memiliki komorbid.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  10:47 WIB
Ratu Elizabeth - Hola.com
Ratu Elizabeth - Hola.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ratu Elizabeth dikabarkan positif Covid-19 dan mengalami gejala ringan. Simak bahaya virus Covid-19 untuk penduduk lanjut usia atau lansia.

Penularan virus Corona memang tak pandang bulu. Namun, kaum lansia dan orang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid menghadapi ancaman paling serius.

Pihak Istana Buckingham Inggris menginformasikan bahwa gejala Covid-19 yang dialami Ratu Elizabeth tergolong ringan. Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan orang yang lebih tua menghadapi risiko signifikan terkena penyakit parah jika mereka tertular Covid-19. Hal itu bisa terjadi karena perubahan fisiologis yang menyertai penuaan dan potensi kondisi kesehatan yang mendasarinya.

“Saya berharap semua orang mendukung dan melindungi orang tua yang tinggal sendirian di masyarakat agar terhindar dari Covid-19,” kata Dr Hans Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa seperti dikutip, Senin (20/2/2022).

Dia mengingatkan pemerintah dan pihak berwenang bahwa semua lapisan masyarakat harus didukung dalam memberikan intervensi untuk memastikan orang tua memiliki apa yang mereka butuhkan.

Menurutnya, semua orang yang lebih tua harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat selama masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19.

"Lebih dari 95 persen dari kematian akibat pandemi covid-19 terjadi pada mereka yang lebih tua dari 60 tahun. Lebih dari 50 persen dari semua kematian melibatkan orang berusia 80 tahun atau lebih," ucapnya.

Laporan WHO menunjukkan bahwa 8 dari 10 kematian terjadi pada individu dengan setidaknya satu komorbiditas, khususnya mereka dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes, tetapi juga dengan berbagai kondisi kronis lainnya.

WHO dan CDC melaporkan bahwa pada usia pra-lansia (50-59 tahun) angka kematian hampir 2 persen, usia 60-69 tahun terus naik menjadi 8 sampai 15 persen pada usia diatas 70 tahun.

"Kematian paling banyak terjadi pada penderita Covid-19 yang berusia 80 tahun ke atas, dengan persentase mencapai 21,9 persen," ujarnya.

Dr Kluge menjawab pertanyaan tentang tantangan yang dihadapi oleh populasi lanjut usia dan mereka yang mendukung dan merawat mereka ditengah wabah pandemi Covid-19. Menurunya, dukungan untuk para lansia adalah bagian penting dari respons komprehensif negara terhadap pandemi.

Selama masa isolasi dan karantina, lanjutnya, para lansia membutuhkan akses yang aman untuk mendapatkan makanan bergizi, persediaan dasar, uang, obat-obatan untuk mendukung kesehatan fisik, dan perawatan sosial mereka.

Sebagai penutup, Dr Kluge menyimpulkan 3 pesan memerangi Covid-19 adalah tanggung jawab bersama:

1. Sementara orang tua berada pada risiko tertinggi dari Covid-19, masyarakat perlu bertindak dalam solidaritas untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut di kalangan lansia.

2. Sangat penting bagi masyarakat untuk mendukung semua pekerja kesehatan dan sosial secara setara dan memberikan perhatian khusus kepada mereka yang memberikan layanan perawatan dan perawatan sosial untuk para lansia.

3. Mendukung dan melindungi lansia yang tinggal sendirian di masyarakat adalah kewajiban semua orang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia who ratu elizabeth Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top