Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatuh Pada 3 Maret, Apa Itu Hari Pendengaran Sedunia?

3 Maret ditetapkan sebagai Hari Pendengaran Sedunia. Setiap tahun, WHO memutuskan tema dan mengembangkan materi advokasi yang berbeda untuk memperingati Hari Pendengaran Sedunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  12:55 WIB
Jatuh Pada 3 Maret, Apa Itu Hari Pendengaran Sedunia?
Telinga - Pexels.com

Bisnis.com, SOLO - World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia jatuh pada tanggal 3 Maret setiap tahun. Penetapannya ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana mencegah ketulian dan gangguan pendengaran, serta mempromosikan perawatan telinga dan pendengaran di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah salah satu pihak yang menginisiasi program ini. Setiap tahun, ia memutuskan tema dan mengembangkan materi advokasi berbasis bukti seperti brosur, pamflet, poster, spanduk, infografis, dan presentasi.

"Materi ini dibagikan dengan mitra di pemerintahan dan masyarakat sipil di seluruh dunia serta kantor regional dan negara WHO," kata WHO dikutip melalui laman webnya, Kamis (3/3/2022).

Dalam beberapa tahun terakhir, kini semakin banyak Negara Anggota dan lembaga mitra lainnya telah bergabung dengan Hari Pendengaran Sedunia dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dan acara di negara mereka.

Sementara itu, pada Hari Pendengaran Dunia tahun ini, WHO mengusung tema "To hear for life, listen with care".

"Hari Pendengaran Sedunia 2022 dengan tema ini akan berfokus pada pentingnya dan sarana pencegahan gangguan pendengaran melalui pendengaran yang aman, dengan pesan-pesan utama sebagai berikut. Pertama, dimungkinkan untuk memiliki pendengaran yang baik sepanjang perjalanan hidup melalui perawatan telinga dan pendengaran," kata WHO.

Lebih jauh, WHO mengatakan, banyak penyebab umum gangguan pendengaran yang sebetulnya dapat dicegah, termasuk gangguan pendengaran yang disebabkan oleh paparan suara keras.

"[Untuk itu] WHO menyerukan kepada pemerintah, mitra industri, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran dan menerapkan standar berbasis bukti yang mempromosikan pendengaran yang aman," kata organisasi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan telinga

Sumber : Antara

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top