Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala dan Pencegahan Kanker Usus Besar

Rektor FKUI Ari Fahrial Syam mengatakan gejala dari kanker usus besar beragam. Untuk usia muda biasanya buang air besar berdarah, berat badan turun dan nyeri perut.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  16:20 WIB
Ilustrasi usus manusia - harvard.edu
Ilustrasi usus manusia - harvard.edu

Bisnis.com, JAKARTA — Kanker usus besar adalah adanya tumor ganas yang mengenai usus besar dan berada di ujung saluran pencernaan bawah.

Kanker sendiri merupakan penyakit remisi yang artinya bisa sembuh tapi juga bisa kambuh dan timbul lagi. Maka dari itu perlu adanya pencegahan.

Rektor FKUI Ari Fahrial Syam mengatakan gejala dari kanker usus besar beragam. Untuk usia muda biasanya buang air besar berdarah, berat badan turun dan nyeri perut.

"Ternyata dari evaluasi awal, nyeri perut lebih dominan di usia lebih muda. Baik itu perut bawah, perut kiri perut tengah, kanan. Kasus-kasus di RSCM lebih banyak didominasi nyeri perut sebelah kiri, terutama di poros usus," paparya. 

Pencegahan kanker bisa dilakukan dengan deteksi dini, jika merasa berbagai keluhan terjadi di dalam tubuh terutama pada pencernaan, maka alangkah lebih baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Seperti halnya yang dikatakan Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, MMB.

“Penyebab kanker itu multifaktor, yaitu tidak tunggal atau tidak satu. Namun salah satu faktornya ialah susah BAB. Misalkan BAB seminggu sekali tapi normal, itu tetap tidak boleh,” jelas Ari.

Kanker usus besar juga bisa dicegah dengan gaya hidup sehat seperti mengurangi konsumsi daging merah dan perbanyak konsumsi sayur, makan buah-buahan, minum yang cukup, mengurangi rokok, kontrol berat badan, dan bergerak setiap hari.

“Olahraga itu penting, pokoknya usahakan untuk bergerak. Misal 6000 langkah atau jalan kaki sejam. Gak bikin capek tapi yang penting bergerak, banyak minum, dan makan serat,” lanjut Ari.

Sekarang ini, pengobatan kanker di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dikarenakan para dokter sudah menguasai cara pengobatannya dan didukung dengan obat-obatan yang ada. Namun perlu diketahui bahwa pasien kanker memiliki tingkat keberhasilan dalam kurun waktu lima tahun.

“Jika kankernya lebih dini diketahui, maka peluang survivor hidup lima tahun ke depan adalah 95%, namun jika sudah stadium 4 maka 11-12%. Maka dari itu, perlu lebih cepat ditangani,” kata Ari.

Kanker bisa disembuhkan dan terbukti pada salah satu survivor kanker usus besar yaitu Husain Nurisman. Ia menyadari bahwa dirinya kanker setelah melakukan tes endoskopi sebagai yang paling efektif agar dapat segera ditangani.

“Endoskopi itu bisa jelas ada tumor apa nggak. Wajib dioperasi dan setelah operasi selesai maka dilanjutkan dengan kemoterapi. Setelah itu kanker tidak tumbuh lagi,” kata Husain.

Husain melanjutkan, ketika menderita kanker maka ada perasaan frustrasi. Maka dari itu, dukungan positif sangat diperlukan.

“Ada tahap deny sampai frustrasi, untuk membangkitkannya tidak mudah. Perlu dukungan keluarga, teman, dan sekeliling kita untuk mendapatkan dukungan positif sehingga bisa memotivasi diri sendiri,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diare kanker usus besar gejala kanker usus besar perut buncit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top