Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Desak Ukraina Hancurkan Patogen Berbahaya di Laboratoriumnya

Pakar biosekuriti mengatakan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit akan sangat besar, jika salah satu fasilitas itu rusak.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  09:21 WIB
Logo World Health Organization (WHO)  -  www.who.int
Logo World Health Organization (WHO) - www.who.int

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen berisiko tinggi yang diduga ditempatkan di laboratorium di negara itu untuk mencegah "potensi tumpahan" yang akan menyebarkan penyakit.

Pakar biosekuriti mengatakan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit akan sangat besar, jika salah satu fasilitas itu rusak.

Seperti banyak negara lain, Ukraina memiliki laboratorium kesehatan yang meneliti cara mengurangi ancaman penyakit berbahaya yang menyerang hewan dan manusia termasuk, yang terbaru, COVID-19. 

WHO mengatakan bahwa mereka telah berkolaborasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat Ukraina selama beberapa tahun untuk mempromosikan praktik keamanan yang membantu mencegah “pelepasan patogen yang tidak disengaja atau disengaja. ”.

“Sebagai bagian dari pekerjaan ini, WHO telah sangat merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan di Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab untuk menghancurkan patogen ancaman tinggi untuk mencegah potensi tumpahan,” kata WHO, sebuah badan PBB melansir AlJazeera.

WHO tidak mengatakan kapan mereka membuat rekomendasi atau memberikan secara spesifik tentang jenis patogen atau racun yang disimpan di laboratorium Ukraina.

Badan tersebut juga tidak menjawab pertanyaan tentang apakah rekomendasinya diikuti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ukraina laboratorium Perang Rusia Ukraina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top