Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dialami Hailey Bieber, Waspadai Blood Clot di Otak, Gejalanya Seperti Stroke

Blood clot atau bekuan darah adalah massa darah yang terbentuk ketika trombosit, protein, dan sel-sel dalam darah saling menempel. Ketika Anda terluka, tubuh Anda membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  10:35 WIB
Ilustrasi penyebab pendarahan otak - drhimanshugupta.com
Ilustrasi penyebab pendarahan otak - drhimanshugupta.com

Bisnis.com, JAKARTA — Hailey Bieber mengungkapkan bahwa dia dirawat di rumah sakit karena blood clot atau pembekuan darah ke otaknya. Ia mengalami gejala seperti stroke.

Dokter mengatakan bahwa itu adalah bekuan darah yang sangat kecil ke otaknya yang mengakibatkan kekurangan oksigen.

Pengertian Blood Clot

Blood clot atau bekuan darah adalah massa darah yang terbentuk ketika trombosit, protein, dan sel-sel dalam darah saling menempel. Ketika Anda terluka, tubuh Anda membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan.

Setelah pendarahan berhenti dan penyembuhan terjadi, tubuh Anda biasanya memecah dan menghilangkan bekuan darah. Tetapi terkadang gumpalan darah terbentuk di tempat yang tidak seharusnya, tubuh Anda membuat terlalu banyak gumpalan darah atau gumpalan darah tidak pecah seperti seharusnya. Gumpalan darah ini bisa berbahaya dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Jenis Masalah yang Terjadi Karena Blood Clot

Gumpalan darah dapat terbentuk di, atau berjalan ke, pembuluh darah di tungkai, paru-paru, otak, jantung, dan ginjal. Jenis masalah yang dapat menyebabkan pembekuan darah akan tergantung di mana mereka berada:

1. Trombosis vena dalam (DVT) adalah bekuan darah di vena dalam, biasanya di kaki bagian bawah, paha, atau panggul. Ini dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada kaki Anda.

2. Emboli paru dapat terjadi ketika DVT putus dan mengalir melalui aliran darah ke paru-paru. Ini dapat merusak paru-paru dan mencegah organ lain mendapatkan cukup oksigen.

3. Trombosis sinus vena serebral (CVST) adalah bekuan darah langka di sinus vena di otak Anda. Biasanya sinus vena mengalirkan darah dari otak Anda. CVST menghalangi darah mengalir dan dapat menyebabkan stroke hemoragik.

4.  Pembekuan darah di bagian lain dari tubuh dapat menyebabkan masalah seperti stroke iskemik, serangan jantung, masalah ginjal, gagal ginjal, dan masalah yang berhubungan dengan kehamilan.

Faktor yang Berisiko Pembekuan Darah

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko pembekuan darah:

- Aterosklerosis

- Fibrilasi atrium

- Pengobatan kanker

- Kelainan genetik tertentu

- Operasi tertentu

- Covid-19

- Diabetes

- Riwayat keluarga blood clot

- Kegemukan dan obesitas

- Hamil dan melahirkan

- Luka parah

- Beberapa obat-obatan, termasuk pil KB

- Merokok

Gejala Blood Clot

Gejalanya bisa berbeda-beda, tergantung di mana letak bekuan darah tersebut:

-  Di perut: Sakit perut, mual dan muntah

-  Di lengan atau kaki: Nyeri, bengkak, nyeri tekan, dan kehangatan yang tiba-tiba atau bertahap

-  Di paru-paru: Napas pendek, nyeri saat bernapas dalam, napas cepat, dan detak jantung meningkat

-  Di otak: Kesulitan berbicara, masalah penglihatan, kejang, kelemahan pada satu sisi tubuh, dan sakit kepala parah yang tiba-tiba

- Di jantung: Nyeri dada, berkeringat, sesak napas, dan nyeri di lengan kiri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah darah tinggi tekanan darah donor darah gula darah Pembuluh Darah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top