Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Minum Susu Meningkatkan Kadar Kolesterol Anda? 

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, namun hanya satu jenis saja. Biasanya, kolesterol dibagi menjadi dua kategori, kolesterol baik dan jahat. Kolesterol baik dikenal sebagai high-density lipoprotein. Ini membantu menjaga jantung tetap sehat dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan
Intan  Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  10:57 WIB
Apakah Minum Susu Meningkatkan Kadar Kolesterol Anda? 
smartCARD, alat untuk mengecek kolesterol melalui handphone di rumah - futurity.org

Bisnis.com, JAKARTA — Kolesterol adalah zat lemak yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat seseorang, termasuk apa yang mereka makan.

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, namun hanya satu jenis saja. Biasanya, kolesterol dibagi menjadi dua kategori, kolesterol baik dan jahat. Kolesterol baik dikenal sebagai high-density lipoprotein. Ini membantu menjaga jantung tetap sehat dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan

Sebaliknya, kolesterol jahat dikenal sebagai low-density lipoprotein. Ini terbentuk sebagai plak di arteri dan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Akibatnya, seseorang membutuhkan kolesterol baik sebanyak mungkin dan kolesterol jahat sesedikit mungkin. Diet seringkali merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan atau menurunkan kadar kolesterol. Inilah sebabnya mengapa apa yang dimakan seseorang sangat penting.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity, telah meneliti apakah susu dapat berdampak pada kadar kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu tidak memiliki dampak merugikan pada kolesterol.

Mereka menyimpulkan bahwa mereka yang minum susu secara teratur memiliki kadar kolesterol baik dan jahat yang lebih rendah. Selanjutnya, hasil penelitian menemukan mereka yang rutin minum susu memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit jantung koroner.

Dengan variasi genetik yang dikaitkan dengan asupan susu yang lebih tinggi, maka akan memiliki BMI, lemak tubuh yang lebih tinggi, tetapi yang terpenting memiliki kadar kolesterol baik dan jahat yang lebih rendah.

Selain itu, bagi mereka yang memiliki variasi genetik memiliki risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah secara signifikan. Semua ini menunjukkan bahwa mengurangi asupan susu mungkin tidak diperlukan untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Sementara susu bersifat netral dalam hal pengaruhnya terhadap kadar kolesterol, hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk makanan lain. NHS menyarankan bahwa untuk menurunkan kolesterol makanan yang harus dikonsumsi termasuk ikan berminyak, beras merah, roti, pasta, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran.

Di sisi lain, mereka merekomendasikan untuk menghindari pai daging, sosis, daging berlemak, mentega, lemak babi, krim, keju keras, kue, biskuit, dan makanan yang mengandung kelapa atau minyak sawit.

Coba untuk setidaknya dua setengah jam latihan per minggu. Selain berolahraga, langkah-langkah gaya hidup lain dapat diambil untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi. Ini termasuk berhenti merokok dan mengurangi alkohol. Jika perubahan gaya hidup dan pola makan berhasil, obat-obatan juga dapat digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu produksi susu air susu ibu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top