Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Penyakit Fisura Ani: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Fisura ani dapat menyebabkan nyeri dan perdarahan saat buang air besar. Berikut gejala, penyebab, pengobatan, dan cara pencegahannya.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  13:35 WIB
Mengenal Penyakit Fisura Ani: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sering merasa nyeri saat buang air besar atau BAB? Hati-hati, bisa jadi Anda mengalami fisura ani.

Dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (24/3/2022), fisura ani adalah robekan kecil pada mukosa atau jaringan tipis dan lembab yang melapisi anus. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika Anda mengeluarkan tinja yang keras atau besar saat BAB.

Selain memunculkan rasa sakit, fisura ani biasanya juga menyebabkan pendarahan saat BAB, serta kejang pada cincin otot di sfingter anal atau ujung anus.

Umumnya, fisura ani ini terjadi pada bayi. Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa ia tetap bisa terjadi pada remaja maupun orang dewasa.

Adapun untuk pengobatannya, sebagian besar penderita kondisinya membaik dengan perawatan sederhana, seperti peningkatan asupan serat atau mandi sitz. Sementara itu, sebagian lainnya memerlukan pengobatan di bawah pengawasan dokter hingga bahkan pembedahan.

Gejala

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami fisura ani, berikut gejala-gejala yang biasanya muncul:

  • Nyeri, terkadang parah, saat BAB,
  • Nyeri setelah BAB yang bisa bertahan hingga beberapa jam,
  • Terdapat darah merah cerah pada tinja atau kertas toilet setelah buang air besar,
  • Terdapat retakan yang terlihat pada kulit di sekitar anus,
  • Terdapat benjolan kecil pada kulit di dekat anus.

Penyebab

Adapun penyebab umum fisura ani di antaranya ialah tinja keras dan/atau besar, sembelit dan mengejan saat BAB, diare kronis, melakukan hubungan seks anal, dan persalinan.

Sementara itu, penyebab fisura anus yang kurang umum, meliputi penyakit Crohn atau penyakit radang usus lainnya, kanker dubur, HIV, tuberkulosis, dan sifilis.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik fisura ani bisa menyebabkan komplikasi, meliputi:

  • Kegagalan untuk menyembuhkan
    Fisura ani yang gagal sembuh dalam waktu delapan minggu dianggap kronis dan mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.

  • Kambuh
    Setelah Anda mengalami fisura ani, Anda berkemungkinan mengalami fisura anus lagi.

  • Robekan yang meluas ke otot-otot di sekitarnya
    Robekan tersebut dapat meluas ke cincin otot yang menahan anus Anda tertutup (sphincter anal internal), sehingga fisura ani Anda lebih sulit untuk sembuh. Fisura yang tidak sembuh dapat memicu siklus ketidaknyamanan yang mungkin memerlukan pengobatan atau pembedahan untuk mengurangi rasa sakit dan untuk memperbaiki atau menghilangkan fisura.

Pencegahan

Anda dapat mencegah fisura ani dengan mengambil tindakan untuk mencegah konstipasi atau diare, seperti makan makanan berserat tinggi, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan berolahraga secara teratur agar tidak mengejan saat buang air besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan Sembelit pencernaan
Editor : Aliftya Amarilisya
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top