Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali 4 Taktik Orang Manipulatif, Menjaga Kesehatan Mental

Dalam suatu hubungan yang baik, kedua belah pihak akan menetapkan batasan dan saling menghormati batasan tersebut.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  17:00 WIB
Marah - boldsky.com
Marah - boldsky.com

Bsnis.com, JAKARTA – Memanipulasi psikologis seseorang merupakan cara yang jahat untuk mengendalikan seseorang.

Pasalnya dengan memanipulasi psikologis seseorang maka orang tersebut akan mengalami rasa keraguan yang hebat dan cenderung ketergantungan.

Dilansir PsychologyToday pada Rabu (25/5/2022), manipulasi psikologis biasa digunakan oleh orang yang cenderung narsistik. Manipulasi psikologis ini biasanya dimulai dengan pelanggaran batas kecil yang secara bertahap akan terus meningkat.

Nah, untuk itu berikut cara melawan manipulasi psikologis dengan memahami bagaimana hal itu terwujud dalam hubungan sehari-hari dan interaksi antarpribadi. Sebagai berikut :

1. Memanfaatkan Kedekatan

Orang yang memanipulasi psikologis biasanya terjadi karena sudah memiliki hubungan yang sangat dekat. Seperti anggota keluarga, teman dekat atau pasangan, mereka memulai manipulasi dengan membangun kepercayaan, lalu setelah kepercayaan didapat maka itu akan digunakan sebagai senjata yang disalahgunakan.

Manipulator akan mempermainkan seseorang melewati kelemahan, kekhawatiran dan sejarah dari korbannya.

2. Melemparkan Kesalahan Kepada Orang Lain

Seorang manipulator psikologis sangat jarang bertanggung jawab atas korbanya, kebanyakan orang yang manipulatif akan membenarkan diri sendiri walaupun salah dan akan membebankan kesalahan kepada korban mereka.

Seperti dalam hubungan yang sehat pada dasarnya akan saling bertanggung jawab atas kesalahan masing-masing. Namun, jika Anda berhubungan dengan orang yang manipulatif maka Anda akan digiring menjadi penyebab atas semua yang kesalahan. 

3. Melanggar batas

Manipulator psikologis membenci batas. Tujuan akhir mereka adalah kekuasaan dan kendali,atas semuanya, untuk itu mereka menjadi terampil dalam menguji dan melanggar batasan orang lain biasanya dimulai dengan batasan kecil dan terus meningkat seiring dengan pencapaian mereka.

Dalam suatu hubungan yang baik, kedua belah pihak akan dapat menetapka batasan dan saling menghormati batasan tersebut.

Berbeda dengan konsep hubungan yang sehat, manipulator akan membuat hal itu menjadi sebaliknya dan jika korbannya melakukan batasan dalam hubungan maka akan dicap sebagai orang yang tidak setia atau berubah.

Hal tersebut tentunya akan membuat korban menjadi takut dan kembali menjadi seperti yang diinginkan manipulator.

4. Gaslighting

Manipulator psikologis merupakan seorang yang ahli dalam mengendalikan sesuatu, mereka akan membuat orang lain percaya akan realitas yang diberikan. Walaupun secara terang- terangan sudah melakukan kebohongan atau kesalahan maka manipulator akan menganggap hal itu biasa. 

Gaslighting bisa sulit untuk diketahui karena ini adalah proses bertahap yang merusak kewarasan korbannya. Banyak orang yang menggunakan taktik ini bekerja sangat keras untuk meyakinkan korbannya bahwa mereka terlalu sensitif atau sering membuat masalah besar.

Konsep gaslighting ini seperti bola salju karena semakin lama atau semakin sering dilakukan maka korban akan terus terperang dalam realita yang diciptakan manipulator.

Dengan demikian, 4 ciri diatas berguna sebagai langkah awal untuk mengatasi manipulator psikologis, karena dengan mengenali taktik umum manipulasi psikologis dapat memberikan sinyal peringatan untuk melakukan tindakan untuk mengurangi pengaruh dari manipulator agar tetap bisa menjaga kesehatan mental.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat kesehatan mental
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top