Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata Perempuan Lebih Sulit Berhenti Merokok Dibandingkan Pria

Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Society of Cardiology, wanita merasa lebih sulit untuk berhenti merokok daripada pria.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 01 Juni 2022  |  10:55 WIB
Ternyata Perempuan Lebih Sulit Berhenti Merokok Dibandingkan Pria
Ilustrasi Perokok. - Imt.ie

Bisnis.com, JAKARTA - Tembakau mempengaruhi setiap organ manusia dan perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai jenis kanker.

Anda mungkin bertanya, kita semua tahu merokok itu berbahaya, tapi adalah hubungannya dampak rokok pada gender?

Wanita kebanyakan adalah perokok sesekali, tetapi kini ada peningkatan mencolok pada perokok harian yang adalah wanita. Tren peningkatan penggunaan tembakau yang mengkhawatirkan oleh penduduk perempuan perkotaan menjadi perhatian utama.

Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Society of Cardiology, wanita merasa lebih sulit untuk berhenti merokok daripada pria.

Menurut psikolog ada beberapa alasan mengapa berhenti merokok lebih sulit bagi seorang wanita. “Merokok membuatnya merasa terbebaskan, itu menjadi seperti mekanisme koping untuk menghadapi tekanan hariannya dan beberapa wanita juga cenderung percaya bahwa itu membantunya menjaga berat badan. Tapi ini semua adalah alasan berbahaya yang membuat mereka membayar mahal.” ujarnya dilansir dari Times of India.

Studi lain mengamati bahwa pria dan wanita sama-sama merasakan merokok secara berbeda. Pria merokok untuk efek nikotin yang lebih kuat, sementara wanita merokok untuk mengatur suasana hati mereka atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Itu juga menunjukkan bahwa lebih banyak wanita mendambakan merokok saat mengalami episode stres.

Selain itu, Dr. Vineet Govinda Gupta, Konsultan Senior, Onkologi Medis, Rumah Sakit Artemis, Gurugram, mengatakan, ada jeda waktu 10 hingga 20 tahun untuk efek buruk merokok untuk menunjukkan gejalanya pada populasi yang mengonsumsi tembakau.

Penyakit yang berhubungan dengan tembakau, seperti kanker paru-paru dan kepala-leher, hampir menjadi penyakit eksklusif para pria sampai sekarang. 

Pada wanita ini, efek merokok akan terlihat di usia akhir 40-an dan 50-an.

Beberapa cara yang paling disarankan untuk berhenti merokok adalah temukan cara untuk tetap sibuk, cobalah mengunyah permen karet, banyak mengonsumsi air, berolahraga secara teratur, menghindari pemicu yang membuat Anda ingin merokok dan mengakui pencapaian kecil sekalipun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tembakau perokok merokok
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top