Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 4 Gejala Omicron BA.5, Subvarian Terburuk dari Virus Covid-19

Simak 5 gejala BA.5, subvarian Omicron terburuk dari virus Covid-19
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 24 Juli 2022  |  11:34 WIB
Ini 4 Gejala Omicron BA.5, Subvarian Terburuk dari Virus Covid-19
Ilustrasi perempuan mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Everyday Health
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah ahli menilai subvarian Omicron BA.5 merupakan subvarian terburuk dari Covid-19. Waspada gejala Covid-19 subvarian BA.5. 

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia pada akhir Mei lalu namun baru teridentifikasi pada awal Juni 2022. Para ahli menyampaikan, virus terus berubah-ubah, menjadi lebih menular dan menghasilkan beberapa gejala yang berbeda dan lebih parah. Inilah alasan mengapa para ahli menyebutkan bahwa BA.5 adalah iterasi terburuk dari Covid-19.

Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, mungkin saja Anda telah terinfeksi subvarian BA.5. Berikut gejala-gejalanya subvarian BA.5 melansir Eat This, Minggu (24/7/2022).

4 gejala subvarian Omicron BA.5 yang perlu Anda waspadai 

1. Rentan terhadap infeksi ulang

Covid-19 sekarang telah menjadi sangat menular melalui BA.5 sehingga Anda mungkin dapat terinfeksi ulang setiap beberapa minggu. Itu sebabnya dokter mengatakan BA.5 adalah subvarian "terburuk" sejauh ini. Dr. Peter Chin-Hong menyampaikan, kekuatan super BA.5 yang sebenarnya adalah infeksi ulang atau reinfeksi. 

"Dan karena BA.5 baru, jika Anda terinfeksi dua atau tiga minggu yang lalu, kemungkinannya bukan BA.5, jadi Anda rentan terhadap infeksi ulang," kata Chin-Hong dikutip dari Eat This, Minggu (24/7/2022). 

Kepala petugas kesehatan Australia Barat Andrew Roberston menuturkan, berdasarkan pengamatan mereka, jumlah orang yang telah terinfeksi BA.2 meningkat dan mereka terinfeksi setelah empat minggu.

"Jadi mungkin enam sampai delapan minggu mereka mengembangkan infeksi kedua, dan itu hampir pasti BA.4 atau BA.5," ungkapnya.

Fakta tersebut tentu mengkhawatirkan para ahli, yang menyampaikan bahwa mereka tidak tahu apa arti infeksi berulang itu dalam hal risiko Covid yang lama atau kerusakan yang diperparah pada tubuh.

2. Sakit tenggorokan yang parah

Secara anekdot, BA.5 tampaknya menghasilkan lebih banyak kasus sakit tenggorokan yang parah. Chin-Hong menyampaikan banyak pasien mengeluhkan tenggorokan mereka seperti terbakar.

"Kami dengar ini sakit tenggorokan terparah yang pernah mereka alami," ungkapnya.

3. Gejala lebih kuat dan lebih banyak

Chin-Hong memperkirakan, gejalanya mungkin lebih menyakitkan. Meski gejalanya tak terlalu serius hingga membuat Anda ingin ke rumah sakit, namun gejalanya akan sangat tidak nyaman. Komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Chicago Allison Arwady mengatakan, BA.5 tampaknya menghasilkan lebih banyak gejala.

"Ini adalah infeksi yang lebih mematikan," katanya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, demam, keringat malam dan sakit tenggorokan biasa terjadi. Beberapa orang melaporkan hilangnya rasa atau bau, gejala yang sebelumnya tersebar luas yang telah memudar dengan subvarian baru-baru ini tetapi mungkin muncul kembali.

4. Keringat di malam hari

The UK Independent melaporkan bahwa BA.5 dapat membawa gejala baru yang terjadi saat tidur. Profesor Luke O'Neill dari Trinity College Dublin menyampaikan penyakitnya sedikit berbeda karena virusnya telah berubah.

"Ada beberapa kekebalan untuk itu, jelas dengan sel-T dan sebagainya, dan campuran sistem kekebalan Anda dan virus yang sedikit berbeda mungkin menimbulkan penyakit yang sedikit berbeda—anehnya, keringat malam menjadi ciri khasnya," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

omicron gejala covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top