Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati, Sulit Tidur di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Covid-19

Banyak laporan dan penelitian kesehatan yang menyebut coronasomnia atau insomnia Covid-19.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  14:53 WIB
Hati-hati, Sulit Tidur di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Covid-19
Sulit Tidur di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Covid-19 - boldsky.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Tidur adalah cara alami untuk memberi tubuh kita jenis istirahat dengan minimal 8 jam setiap harinya. Setiap kali tubuh mengalami perubahan apa pun, siklus tidur turut terpengaruh. Pola tidur yang terpengaruh yaitu kesulitan tidur lantas memiliki hubungan dengan Covid-19.

Efek Covid-19 menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya adalah pola tidur yang terganggu. Banyak laporan telah muncul di mana pasien mengeluh kurang tidur dari biasanya. Orang-orang telah melaporkan bahwa mereka tidak dapat tidur nyenyak selama dan setelah pulih dari infeksi.

Dilansir dari Entertainment Times, orang yang berusia di atas 60 tahun tidak boleh tidur kurang dari 7 jam sehari. Orang dewasa antara 18 dan 60 tahun harus tidur sekitar 7-8 jam setiap hari. Anak-anak dan remaja disarankan untuk tidur lebih dari 8 jam sehari.

Kaitan Tidur dengan Covid-19

Gejala Covid-19 sebagian besar terkait dengan saluran pernapasan pada tahap awal. Selama fase Covid-19 yang panjang, gejala menjadi parah dan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Virus corona juga telah mengganggu pola tidur orang yang normal. Banyak laporan dan penelitian kesehatan yang menyebut coronasomnia atau insomnia Covid-19. Banyak orang yang merasa bahwa mereka sepertinya tidak cukup tidur dan infeksi Covid-19 justru membuat mereka merasa lebih lelah.

Kebiasaan tidur didorong oleh beberapa faktor seperti suasana, iklim, makanan, kesehatan usus dan lain-lain. Menurut beberapa penelitian, setelah infeksi virus yang menyebabkan penyakit seperti pilek dan flu, maka durasi dan kualitas tidur dapat bervariasi tergantung pada presentasi gejala dan waktu sejak infeksi.

Sebuah studi penelitian tentang efek rhinovirus pada kualitas tidur individu menemukan bahwa pada individu yang bergejala, total waktu tidur menurun rata-rata 23 menit, tidur konsolidasi menurun rata-rata 36 menit, dan efisiensi tidur berkurang rata-rata 5%. selama periode virus aktif.

Studi 2021 lainnya menemukan bahwa peserta positif Covid-19 tidur 60,9 menit lebih lama daripada yang lain dan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kesulitan tidur tiga kali atau lebih per minggu.

Kesulitan Tidur Membuat Kondisi Covid-19 Menjadi Lebih Lama

Tidur adalah cara alami penyembuhan tubuh. Dengan Long Covid, maka tidur yang baik sangat penting bagi tubuh manusia untuk berani melawan efek Covid-19 yang lama.

Covid-19 membuat seseorang lelah, tidak cukup tidur dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Ini memengaruhi fungsi kognitif seseorang, yang merupakan salah satu gejala paling umum dari Long Covid

Tidur yang tidak tepat pada malam hari pasti akan mempengaruhi produktivitas siang hari individu. Ini juga menyebabkan frustrasi dan akan memunculkan masalah sosial dan komunikasi juga. Kurang tidur dalam jangka waktu lama berbahaya bagi kesehatan seseorang.

Cara Mengatur Siklus Tidur

Kuncinya terletak pada mengadopsi kebiasaan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membuat Anda lebih banyak tidur:

  1. Atur waktu tidur
  2. Makan malam ringan
  3. Hidrasi diri Anda satu jam sebelum waktu tidur
  4. Matikan ponsel atau gadget lainnya satu jam sebelum tidur
  5. Baca buku sebelum tidur
  6. Perhatikan pola makan dan asupan air Anda sepanjang hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 tidur insomnia gejala covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top