Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Doa Agar Hujan Berhenti dan Hukum Pawang Hujan dalam Islam

Doa agar hujan berhenti menjadi upaya manusia untuk memohon kepada Allah agar hujan diberhentikan. Lalu, doa apa yang bisa dilantunkan? Ini penjelasannya.
Nuraini
Nuraini - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  17:58 WIB
Doa Agar Hujan Berhenti dan Hukum Pawang Hujan dalam Islam
Doa Agar Hujan Berhenti dan Hukum Pawang Hujan dalam Islam (pexels)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah Anda pernah melantunkan doa agar hujan berhenti? Doa tersebut biasanya diucapkan saat hujan tak kunjung reda dan diwaktu yang bersamaan ada kegiatan yang harus dilakukan.

Hujan merupakan fenomena alam yang bisa terjadi kapan saja. Dalam Islam, hujan merupakan berkah yang harus disyukuri.

Bahkan, saat hujan turun umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan doa turun hujan. Meskipun demikian, ternyata ada juga doa yang bertujuan untuk meminta hujan berhenti.

Lalu, apa doa yang bisa dilantunkan agar hujan bisa berhenti? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Doa Berhenti Hujan

Sejatinya, manusia tidak memiliki kuasa untuk menghentikan hujan. Namun, manusia bisa mengupayakan agar hujan berhenti lebih cepat. Salah satu bentuk ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu dengan melafalkan doa hujan reda.

Menurut keterangan di situs jatim.nu.or.id, berikut doa agar hujan berhenti lengkap dengan artinya.

اللهم حوالينا ولا علينا اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجر

Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari

Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

Doa agar hujan berhenti seperti yang sudah dijelaskan di atas, merupakan bentuk ikhtiar atau usaha manusia. Berhenti atau tidaknya hujan yang turun hanyalah kuasa Allah yang bisa melakukannya.

Apa Hukum Pawang Hujan dalam Islam?

Berbicara tentang hujan mungkin kita teringat dengan pawang hujan. Profesi yang diyakini bisa menghentikan atau memindahkan hujan ini sempat naik daun beberapa waktu lalu.

Kebenaran kemampuan pawang hujan belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena pawang hujan ini?

Melansir dari penjelasan di jatim.nu.or.id, apabila menggunakan jasa payung hujan yang dinilai karena kemampuannya mengendalikan hujan, maka hal tersebut termasuk akad yang gharar atau spekulatif. Dalam hal ini, akad sewanya menjadi fasidah atau akad yang rusak.

Namun, apabila pawang hujan disewa karena kemampuannya melantunkan doa dan memohon supaya hujan tidak turun, maka hukumnya sah dalam fiqih. Hal tersebut sama seperti saat menyewa jasa seseorang membaca Al-Quran di makam dengan niat pahalanya disampaikan kepada ahli kubur.

Lalu, doa apa yang diperbolehkan untuk dibaca pawang hujan? Tentu saja bukan doa yang mengandung mantra dan kesyirikan. Jika doa yang dilantunkan mengandung kesyirikan tentu saja hal tersebut tidak dibenarkan dalam Islam.

Akan tetapi, jika doa tersebut bersumber dari Al-Quran dan hadist yang shahih, hukumnya boleh. Sebagaimana yang tercantum dalam Surat Nuh ayat 44, seperti berikut:

يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ 

Artinya: Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi. (Surat Nuh, 44)

Jika dilihat dari asbabun nuzulnya, ayat tersebut merupakan doa Nabi Nuh yang meminta keselamatan dari bahaya banjir yang terjadi pada masanya. Tak hanya Nabi Nuh, Rasulullah juga pernah mengutarakan doa hujan reda seperti hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Imam Muslim, yang artinya seperti berikut:

Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan. (Hadits Riwayat Bukhari dan Imam Muslim).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

doa kumpulan doa hujan islam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top