Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 7 Kriteria Kantin Sehat Menurut KPAI

KPAI mengeluarkan tujuh kriteria kantin sehat di sekolah setelah tutup selama dua tahun lebih pandemi.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  21:33 WIB
Ini 7 Kriteria Kantin Sehat Menurut KPAI
Siswa-siswi di Aceh mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional - Antara/Rahmad
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Permasalahan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai terlihat setelah beberapa bulan. KPAI mencatat permasalahan kelayakan melaksanakan PTM sekolah-sekolah di 12 Kota dan lima kabupaten di 12 Provinsi salah satunya adalah makanan di kantin sekolah yang kurang memadai.

Hal ini berkaitan dengan waktu pembelajaran yang sudah normal tujuh hingga delapan jam sehari yang membuat anak-anak membutuhkan asupan makan, sehingga peran kantin yang sehat dibutuhkan.

Berkaitan dengan hal ini KPAI mengeluarkan tujuh kriteria kantin sehat setelah tutup selama dua tahun lebih pandemi.

1. Tersedia tempat mencuci peralatan masak, makan, minum, dan bahan makanan yang tersedia dengan air yang mengalir.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak, Retno Listyarti dalam konferensi pers Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka IDAI dan KPAI menyebutkan, sekolah-sekolah memang sudah memenuhi beberapa kriteria, namun belum optimal.

Retno mengeluhkan pedagang di kantin sekolah yang abai terhadap protokol kesehatan, seperti menggunakan pelindung tambahan berupa masker, celemek, juga sarung tangan ketika memproses maupun menjajakan dagangan.

2. Tersedia tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir

Menurut Retno, meskipun di kantin-kantin sekolah sudah menyediakan tempat mencuci tangan, tetapi luas kantin dan banyaknya murid yang tidak seimbang, membuat masal. “Banyak yang sudah ada tempat cuci tangan memang, tapi kan terlalu banyak murid sementara kantinnya sempit justru jadi kerumunan,” kata Retno pada (19/8/2022).

3. Periksa tempat penampungan air

Pasalnya, kemungkinan banyak lumut dan kotoran karena kantin sempat tutup total selama pandemic covid-19, hingga dua tahun lebih.

Hal ini juga perlu diperingatkan kepada sekolah-sekolah untuk menjaga kebersihan sekolah, agar menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak.

4. Tersedia tempat penyimpanan makanan matang yang tertutup.

Dalam hal ini, kantin-kantin di sekolah umumnya sudah punyai tempat makanan matang yang tertutup.

5. Tersedia penyimpanan bahan-bahan makanan siap saji atau frozen berupa kulkas atau freezer.

Kantin di sekolah-sekolah umumnya sudah mempunyai kulkas dan freezer baik untuk kebutuhan es untuk minuman ataupun sebagai tempat menyimpan bahan makanan agar tetap segar.

6. Tersedia tempat penyimpanan peralatan makan dan minum, seperti lemari atau kotak yang tertutup.

Hal ini penting, demi menjaga kualitas makanan untuk kemudian dijual kepada anak-anak.

7. Jarak kantin dengan lokasi pembuangan sampah semantara (TPS) minimal 20 meter.

Masalah lain menurut Retno adalah sekolah-sekolah yang belum punyai tempat pembuangan sampah tertutup juga jaraknya harus  jauh dari kantin. “Tempat sampah itu seharusnya tertutup, supaya tidak banyak lalat berterbangan, karena kan ada penyakit lain seperti hepatitis akut, makannya ini juga harus diperhitungkan, seharusnya ini semua diawasi oleh pihak sekolah juga  masyarakat sekitar.

Selain itu menurut Retno, masalah lain adalah belum terjaminnya makanan-makanan yang dijajakan di kantin sekolah adalah makanan sehat. “Bagaimana peran sekolah atau dukungan sekolah supaya menjamin makanan yang akan dimakan anak anak itu aman, harusnya memang di kantin itu makanan dan minuman sehat, jus, menghindari es dan gorengan namun saat ini memang yang dijual justru itu,” ucap Retno pada (19/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembelajaran tatap muka belajar tatap muka Sekolah tatap muka sekolah sekolah dasar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top