Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Positif Covid, Haruskah Minum Antivirus agar Virus Cepat Hilang?

Dokter penyakit dalam Adininggar menjelaskan obat penyakit yang disebabkan oleh virus adalah daya tahan tubuh, antibodi, sel limfosit.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  19:25 WIB
Positif Covid, Haruskah Minum Antivirus agar Virus Cepat Hilang?
Pil antivirus Covid-19 eksperimental, molnupiravir, yang sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters pada 17 Mei 2021. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Antivirus adalah salah satu obat yang diberikan pada pasien covid selama pandemi berlangsung.

Tapi, ada banyak juga orang yang merasa tidak perlu minum antivirus, dan memilih mengobati covid dengan obat jenis lainnya.

Baru-baru ini dokter dokter Adaninggar, SpPD melalui akun TikTok dan Instagramnya yang bernama drningz mengedukasi warganet mengenai antivirus Covid-19. Dalam video berdurasi 2 menit 58 detik itu, dokter Adaninggar menjawab pertanyaan warganet yang bertanya, apakah betul jika tidak meminum antivirus, itu jadi gak cepet sembuhnya?.

Dokter penyakit dalam Adininggar menjelaskan obat penyakit yang disebabkan oleh virus adalah daya tahan tubuh, antibodi, sel limfosit. Kedua hal ini yang akan menghancurkan ataupun menetralisir virus yang telah masuk ke dalam tubuh.

Inilah mengapa covid-19 termasuk ke dalam penyakit self limiting disease, yaitu penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya dengan syarat daya tahan tubuh berkualitas baik. Jadi tanpa ada intervensi apapun, sebetulnya penyakit yang termasuk dalam self limiting disease dapat sembuh.

Dokter Adaninggar juga mengibaratkan, saat terinfeksi virus Covid-19, sebetulnya ada peperanganyang terjadi dalam tubuh manusia. Peperangan ini melibatkan sistem imun tubuh dengan virus Covid-19, dan dari sini akan terlihat siapa yang memenangkan peperangan ini.

Orang tanpa gejala atau sembuh merupakan hasil dari kerja keras sistem imun tubuh yang menang atas virus. Dan sebaliknya, orang dengan gejala berat bahkan meninggal, makan viruslah yang memenangkan peperangan. Entah itu lebih kuat ataupun lebih banyak jumlahnya dibanding daya tahan tubuh.

Lalu, dokter Adaninggar mengedukasi tentang cara kerja obat antivirus dalam tubuh. Obat antivirus tidak bekerja untuk membunuh virus dalam tubuh, tetapi menghambat perkembangbiakan virus, karenanya jika tanpa meminum obat virus dalam tubuh akan terus berkembang.

Maka, pada saat peperangan, jika jumlah virus ditekan oleh obat antivirus, maka sistem imun tubuh akan lebih mudah memenangkan peperangan. Sehingga bisa lebih cepat sembuh ataupun mencegah gejala berat.

Kendati demikian, Dokter Adaninggar menyebutkan, jika daya tahan tubuh lebih baik dari mulai virus masuk, tanpa diberi obat antivirus yang dapat menekan perkembangbiakan viruspun, sistem imun akan memenangkan peperangan ini. Asalkan imun ini dalam keadaan baik.

Dokter Adaninggar juga menyebutkan bahwa idealnya obat antivirus ini diberikan pada semua orang yang terjangkit Covid-19, namun sayangnya, jumlah obat antivirus ini terbatas.

Hal ini membuat orang yang diprioritaskan mendapat obat antivirus adalah orang dengan sistem imun lemah, seperti lansia, penderita komorbid, serta orang yang belum pernah suntik vaksin. Sehingga risiko gejala beratnya akan lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anti virus Obat Covid-19 Virus Corona Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top