Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Hepatitis B yang Muncul Diam-diam

Waspadai sejumlah gejala yang tidak disadari dari hepatitis B yang bisa berbahaya
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 28 September 2022  |  19:38 WIB
Gejala Hepatitis B yang Muncul Diam-diam
Hepatitis B - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hepatitis adalah kondisi saat hati atau liver mengalami peradangan. Infeksi atau peradangan ini disebabkan oleh virus hepatitis. 

Ada beberapa macam hepatitis, salah satu yang masih menjadi masalah besar di Indonesia selain hepatitis A yang sangat umum terjadi, adalah hepatitis B. Hal ini dikarenakan prevalensi penyakit ini masih cukup tinggi. 

Berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B disebut memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Namun, tingkat penularannya dinilai lebih sulit dari penularan hepatitis A yang bisa melalui makanan ataupun minuman yang terpapar virus hepatitis. 

Penyakit ini sangat umum ditularkan oleh ibu hamil pada bayi, meskipun banyak kasus juga ditemukan dalam tes kesehatan ataupun transfusi darah, melalui jarum suntik.

Dilansir dari laman RSUP dr. Loekmono Hadi, hepatitis B dapat berkembang menyebabkan hepatitis akut, hepatitis berat atau fulminan, serta hepatitis kronis. Hepatitis b yang berkembang menjadi hepatitis kronis dapat berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.

Gejala hepatitis B

Beberapa kasus hepatitis B justru muncul tanpa gejala ataupun keluhan apapun. Tipe ini lah yang justru berpotensi untuk berkembang menjadi sirosis hati dan berbagai komplikasi lainnya. 

Sebab, penyakit ini akan berkembang terus hingga dalam kondisi yang parah tanpa diobati. Komplikasi sirosis hati muncul dengan gejala mata kuning, perut berisi cairan, muntah darah hingga koma.

Namun, ada beberapa kasus yang muncul dengan berbagai gejala seperti berikut:

  1. Gejala flu
  2. Demam 
  3. Mual
  4. Muntah
  5. Sebagian mata berwarna kuning 
  6. Air seni berwarna coklat

Pemeriksaan hepatitis B

Dilansir dari laman RSUP dr. Sardjito, untuk mendiagnosis hepatitis B perlu dilakukan tes HbsAg. Apabila dalam tes ini hasilnya positif atau reaktif, perlu pemeriksaan selanjutnya, yaitu tes HBV-DNA. Untuk memastikan apakah pasien tersebut terkena hepatitis B atau bukan.

Menurut Pusat Data Informasi Kementerian Kesehatan RI, tes HbsAg (Hepatitis B Surface Antigen) merupakan tes untuk mendeteksi virus hepatitis B.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hepatitis hepatitis b hepatitis misterius
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top