Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan Radang Panggul yang Bikin Tidak Subur

Radang panggul bisa menyebabkan infetilitas, kenali apa penyebab dan gejalanya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  15:01 WIB
Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan Radang Panggul yang Bikin Tidak Subur
Ilustrasi - Medflicks
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu penyebab ketidaksuburan atau infertilitas bagi wanita adalah radang panggul yang dengan Pelvic Inflammatory Disease (PID). Hal ini dapat mempengaruhi tuba fallopi, ovarium, leher rahim, dan rahim.

Melansir laman Clevelandclinic, radang panggul merupakan penyakit yang terjadi ketika organ reproduksi wanita terinfeksi. Tidak heran jika radang panggul ini berkaitan dengan kehamilan dan infertilitas. 

Apa penyebab terjadinya radang panggul?

Radang panggul bisa terjadi akibat penularan infeksi menular seksual ataupun aktivitas seks tanpa pelindung. Meskipun banyak juga kasus penderita penyakit ini, yang mendapatkannya bukan melalui aktivitas seksual.

Namun, seks diketahui dapat membiarkan bakteri memasuki sistem reproduksi, tempat dimana mereka dapat menginfeksi organ.

Pada laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI disebutkan, jenis bakteri yang sering menyebabkan radang panggul adalah bakteri Chlamydia Trachomatis penyebab penyakit klamidia dan Neisseria Gonorrhoeae penyebab gonore. 

Meskipun begitu, radang panggul juga bisa disebabkan oleh infeksi patogen lain, seperti Mycoplasma Genitalium, Trichomonas Vaginalis, Garnella Vaginalis, atau Herpes Simplex Virus 2 (HSV-2).

Apa saja gejala yang timbul akibat radang panggul?

Mengutip laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, selain nyeri pinggul, ada juga beberapa  gejala lainnya yang timbul akibat penyakit ini, seperti:

  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Demam
  • Bercak darah dari vagina selain menstruasi
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Timbul rasa sakit di punggung bagian bawah
  • Timbul rasa sakit ketika berhubungan intim
  • Timbul rasa sakit saat buang air kecil
  • Intensitas buang air kecil meningkat
  • Muntah-muntah
  • Keputihan dalam jangka waktu lama, berwarna, berbau serta gatal

Jika sudah alami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Terlebih bagi wanita yang yang ingin melakukan program hamil, karena penyakit ini sangat erat kaitannya dengan infertilitas.

Bagaimana mengobati radang panggul?

Dilansir dari laman Healthline, mengobati penyakit radang panggul bisa dengan mengonsumsi antibiotik yanh diresepkan oleh dokter. Hal ini bergantung pada jenis bakteri apa yang menginfeksi.

Namun, bagi ini hamil, orang dengan kondisi medis tertentu yang tidak dapat mengonsumsi pil obat, ataupun orang dengan abses, akan dirujuk untuk dilakukan perawatan di rumah sakit.

Perawatan penyakit ini terbilang jarang yang memerlukan pembedahan. Hanya dilalukan jika abses di panggul pecah atau jika infeksi tidak merespons pengobatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nyeri Pinggang radang paru-paru

Sumber : Hea

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top