Ilustrasi perempuan menjaga kesehatan mental dengan berolahraga/Freepik.com
Fashion

Berikut 3 Gaya Hidup Penyebab Berat Badan Naik

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 16 November 2022 - 21:04
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan data survey dari Herbalife Nutrition dalam ‘Asia Pacific Personal Habits Survey’, terungkap mayoritas orang Indonesia ingin meninggalkan kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang dilakukan selama pandemi.

Adapun tiga kebiasaan tidak sehat yang direncakan untuk mulai ditinggalkan dalam 12 bulan ke depan adalah makan makanan dengan nutrisi yang tidak seimbang (62%), tidak berolahraga secara teratur (59%), dan kurangnya waktu tidur (53%).

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa stamina atau tingkat kebugaran yang buruk, kenaikan berat badan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah dampak negatif paling umum yang dihasilkan dari kebiasaan gaya hidup tidak sehat selama dua tahun terakhir.

Di antara mereka yang mengungkapkan kenaikan berat badan berlebih, lebih dari setengahnya atau (50%) mengalami kenaikan 3 hingga 5 kilogram, sementara 18% lainnya meningkat 6 hingga 10 kilogram, sebagian besar dikaitkan dengan:

  • Mengkonsumsi terlalu banyak makanan tidak sehat (64%)
  • Makan berlebihan karena stres (62%)
  • Tidak berolahraga atau kurang aktif (47%)
  • Tidak cukup tidur (26%)

Survey tersebut dilakukan pada Agustus 2022, dan mensurvei 5.500 konsumen berusia 18 tahun ke atas di Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Survei ini bertujuan untuk mengungkap perubahan perilaku gaya hidup konsumen sejak awal pandemi, serta arah perubahan ke arah hidup sehat dan aktif yang mereka rencanakan dalam 12 bulan ke depan.

Perubahan Kebiasaan Gaya Hidup

1. Pola makan

Secara keseluruhan, tujuh dari 10 konsumen di Indonesia (73%) memiliki kebiasaan pola makan yang tidak sehat selama pandemi, seperti tingginya intensitas mengkonsumsi camilan menduduki posisi teratas dari daftar kebiasaan makan yang buruk. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa segmen Gen Z dan Milenial lebih cenderung memiliki kebiasaan pola makan yang tidak sehat dibandingkan dengan generasi yang lebih tua seperti Gen X dan boomer (79 vs 59%).

2. Olahraga

Ada perubahan aktivitas yang nyata pada konsumen di Indonesia, karena sekitar sepertiga (30%) responden berolahraga lebih banyak sementara hampir setengah (46%) mengakui bahwa mereka telah berhenti atau menjadi kurang aktif berolahraga.

Alasan utama konsumen kurang berolahraga atau tidak sama sekali selama pandemi adalah tidak memiliki ruang di rumah untuk berolahraga dan mereka merasa tidak termotivasi karena disibukkan dengan banyaknya kekhawatiran/kecemasan yang timbul dari pandemi.

3. Pola Tidur

Rata-rata, lebih dari setengah responden di Indonesia mengatakan tidur mereka terpengaruh, seperti pola tidur yang tidak teratur atau sulit tidur serta stres menjadi alasan utama yang mempengaruhi pola tidur.  Dibandingkan dengan generasi yang lebih tua, lebih banyak Gen Z dan Milenial yang mengalami perubahan negatif dalam kebiasaan pola tidur. 

Membuat Perubahan Gaya Hidup Positif dalam 12 Bulan Ke Depan

Dengan dampak dari kebiasaan tidak sehat yang sangat dirasakan oleh konsumen di Indonesia, tidak mengherankan jika sembilan dari 10 responden berniat memulai perubahan gaya hidup lebih sehat dalam 12 bulan ke depan, dengan fokus pada peningkatan kesehatan fisik dan mental.

Langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kebiasaan gaya hidup antara lain:

  • Makan makanan yang lebih bernutrisi (66%)
  • Memulai jadwal tidur yang teratur (61%)
  • Memulai kembali untuk berolahraga (60%)
  • Menjadi lebih aktif (56%)
  • Mencari cara untuk menghilangkan stres (48%)
  • Mengonsumsi suplemen nutrisi (39%)

Untuk membangun perubahan kabiasaan yang baik, 74% responden di Indonesia menyadari pentingnya kelompok pendukung dalam mencapai tujuan mereka.  Sedangkan di antara Gen Z/Milenial, 60% merasa kelompok pendukung sangat penting dalam membantu mereka mencapai perubahan gaya hidup yang positif. Secara umum, responden di Indonesia setuju bahwa kelompok pendukung akan memungkinkan mereka untuk:

  • Dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan (65%)
  • Mengerjakan tujuan dan mendiskusikan kekhawatiran yang sama (63%)
  • Saling menjaga akuntabilitas dan motivasi (59%)

Senior Director dan General Manager, Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan kebiasaan tidak sehat ini nantinya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Tetapi kebiasaan ini dapat diubah sedikit demi sedikit melalui tekad, motivasi, dan dukungan dari orang-orang yang berpikiran sama, dengan cara mulai mengubah kebiasaan tidak sehat ke arah gaya hidup aktif dan sehat.

"Guna menginspirasi kembali perubahan gaya hidup yang lebih positif, kami mengembangkan inisiatif dengan fokus melalui pengetahuan tentang nutrisi yang sehat dan kebiasaan berolahraga, untuk membantu masyarakat dalam upaya memenuhi kesehatan dan kesejahteraan untuk jangka panjang. Kami juga melakukan berbagai kampanye edukasi gaya hidup sehat yang selaras dengan misi perusahaan. Pada bulan ini, kami akan mengadakan Virtual Run tahunan serentak di seluruh Asia Pasifik, untuk membantu orang-orang mulai bergerak dan menerapakan kembali gaya hidup aktif yang sehat." paparnya. 

Herbalife Nutrition Virtual Run 2022 akan berlangsung serentak di Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Makau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam dari tanggal 1 hingga 30 November. Dengan diperkenalkannya aplikasi seluler ‘Herbalife Nutrition VirtualRun’, tantangan lari tahun ini akan lebih interaktif, dengan progres pelacakan yang lebih akurat.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro