Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Mudah Membedakan Bayi Prematur dan Bayi BBLR

Bunda, ini lho bedanya bayi yang lahir dengan Berat Badan (BB) kecil dengan bayi prematur.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:07 WIB
Cara Mudah Membedakan Bayi Prematur dan Bayi BBLR
Ilustrasi bayi prematur
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Tanggal 17 November diperingati sebagai Hari Prematuritas Sedunia. Banyak orang yang masih salah mengira setiap bayi yang lahir dengan Berat Badan (BB) kecil adalah bayi prematur. 
 
Padahal tidak semua bayi yang lahir dengan BB kurang adalah bayi prematur, sedangkan bayi prematur merupakan bayi yang lahir dalam usia kandungan kurang dari 37 minggu.
 
"Prematur itu kita bicara tentang bayi yg lahir kurang dari 37 minggu, bayi prematur itu biasanya itu beratnya kecil, tapi bayi yang beratnya kecil belum tentu prematur," tutur dokter spesialis anak konsultan perinatologi dan neonatologi dr. Rinawati Rohsiswatmo dalam sesi media briefing Hari Prematuritas Sedunia pada Selasa (15/11/2022).
 
Sedangkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), mengutip laman RSUP dr. Sardjito, merupakan bayi yang berisiko tinggi karena mengalami kesakitan dan kematian lebih besar yang dikaitkan dengan kelahiran dan penyesuaian setelah lahir.
 
Mengutip laman Repositori Riset Kesehatan Nasional Kemenkes Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram Penetapan angka tersebut berkaitan dengan pertumbuhan janin yang sesuai dengan masa gestasi (usia kehamilan yang normal).
 
dr. Rinawati juga membagikan cara-cara mudah untuk membedakan apakah bayi dengan BBLR termasuk prematur atau hanya kekurangan berat badan saja.
 
"Bayi yang kurang bulan, biasanya untuk para dokter umum, para (orang) awam (saya sarankan) lihat empat besar," kata dr. Rinawati.
 
Berikut hal yang perlu diperhatikan dari bayi baru lahir menurut dr. Rinawati:
 
Perhatikan telinga bayi
 
dr. Rina menyebutkan, ketika telinga bayi yang lahir prematur dilipat, maka tidak akan kembali seperti keadaan semula. Karena bayi prematur lahir kurang dari 37 minggu, dan proses perkembangannya masih berjalan.
 
"Ini kan ada tulang rawan, makin muda itu kalo dilipat dia (telinga) gak balik lagi, kalau kita kan dilipat itu (telinga) balik lagi. Jadi kalau nanti ketemu bayi (BB) 1800 gram dilipat balik lagi, ah ini mah cukup bulan ini, cuman gak tumbuh aja, gak tau sakit apa ibunya ya," jelas dr. Rinawati.
 
Perhatikan puting payudara bayi
 
Selain telinga, puting payudara juga bisa menjadi tanda bayi lahir prematur.
 
"Kemudian lihat di puting payudaranya, kalau warnanya item banget keliatan gitu ya, atau cuman setitik kayak kismis, itu masih prematur," lanjut dr. Rinawati.
 
Perhatikan alat kelamin bayi
 
dr. Rina menjelaskan, pada skrotum alat kelamin bayi laki-laki yang cukup bulan akan terlihat hitam bergaris dan memiliki buah zakar yang sudah turun.
 
"Kalau laki-laki kan ada skrotum kantung kemaluannya, item garis-garis terus ada buah zakar itu udah turun, ah itu udah cukup, yang perempuan labianya masih kebuka, seperti itu," ungkap dr. Rinawati.
 
Perhatikan garis telapak tangan dan telapak kaki bayi
 
dr. Rinawati menuturkan, bayi prematur akan punyai garis-garis telapak tangan dan telapak kali yang sulit dilihat dan halus.
 
"Garis-garis telapak tangan dan telapak kaki, kalau jelas banget, ah itu cukup bulan. Kalau bayi prematur itu alus banget susah dilihat," pungkas dr. Rinawati.
 
dr. Rina menjelaskan jika bayi yang lahir dengan berat yang kurang, namun tidak menunjukkan tanda-tanda diatas. Kemungkinan besar bayi tersebut lahir tidak kurang bulan, dan bukan bayi prematur. Melainkan bayi yang mengalami hambatan perkembangan dan pertumbuhan karena berbagai masalah pada ibu di masa kehamilan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayi prematur bayi Bayi Kembar kebutuhan bayi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top