Ilustrasi orang sedang duduk
Health

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Sakit Jantung

Sabina Arla Yogandini
Senin, 27 Maret 2023 - 21:17
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Kerusakan yang terjadi jantung disebabkan oleh beberapa faktor yang beberapa di antaranya tidak bersifat biologis, melainkan murni disebabkan oleh gaya hidup.

Untuk itu, Anda perlu memperhatikan kebiasaan gaya hidup untuk menghindari diri dari risiko penyakit jantung yang membahayakan diri Anda.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan gaya hidup yang secara perlahan dapat melemahkan jantung tanpa memberikan tanda peringatan apa pun yang dilansir dari Times of India:

1. Berat badan lebih dari biasanya

Bagi Anda yang memiliki berat badan yang lebih dari biasanya mungkin terlihat seperti naik beberapa kilo saja. Namun, menurut para ahli kesehatan mengatakan bahwa berat badan yang Anda miliki dapat membahayakan jantung Anda. Kelebihan berat badan di area perut merupakan faktor risiko yang serius bagi jantung.

Berdasarkan laporan Harvard, berat badan berlebih, terutama di sekitar perut akan membebani jantung dan membuat Anda rentan terkena diabetes.

Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan hanya 5% hingga 10% dari berat badan awal Anda akan memberikan perbedaan besar pada tekanan darah dan gula darah Anda.

2. Lebih sedikit aktivitas fisik, lebih banyak waktu tidak aktif

Selain memiliki berat badan yang ideal, olahraga juga merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan jantung. Menurut WHO, perkiraan global saat ini menunjukkan satu dari empat orang dewasa dan 81% remaja tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup.

Laporan tersebut juga menunjukkan bagaimana jumlah penyakit yang tidak menular seperti serangan jantung dan tekanan darah cenderung mengalami peningkatan yang terjadi antara tahun 2020 dan 2030. Seseorang yang tidak aktif bergerak akan menyebabkan penumpukan lemak di arteri yang kemudian mengganggu aliran darah sehingga menyebabkan serangan jantung.

3. Tidak menjaga kesehatan hati

Hati memiliki koneksi langsung dengan kesehatan jantung. Penumpukan lemak yang tidak normal pada hati yang tidak disebabkan oleh alkohol dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Menurut American Heart Association yang telah mempelajari data survei kesehatan nasional dari tahun 2005 hingga 2018, menemukan bahwa orang dengan penyakit hati berlemak non-alkohol pada usia yang lebih tua, laki-laki atau yang menderita diabetes atau penyakit jantung koroner memiliki risiko yang lebih tinggi terkena gagal jantung.

Untuk menjaga kesehatan hati, Anda harus menghindari makanan olahan, minuman, dan garam dari makanan. Penting juga untuk mengonsumsi buah-buahan, sayuran musiman, protein, dan lemak tak jenuh.

4. Konsumsi alkohol dan merokok secara berlebihan

Penyebab utama penyimpangan gaya hidup sehat adalah konsumsi alkohol dan tembakau yang berlebihan. Asupan alkohol sebanyak tiga gelas atau lebih per hari dan merokok memiliki efek samping seperti berbagai macam penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan studi penelitian tahun 2006 mengatakan bahwa efek samping tersebut meliputi peningkatan tekanan darah dan kadar trigliserida dalam darah serta risiko terkena stroke yang lebih tinggi dan gagal jantung kongestif.

5. Terlalu banyak makan garam

Meski telah menggunakan sedikit garam saat memasak, Anda juga perlu berhati-hati dengan garam tersembunyi dari makanan olahan yang Anda konsumsi. WHO merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 5 gram garam setiap hari, kurang lebih setengah dari jumlah rata-rata yang dikonsumsi orang di dunia.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro